Satpol PP Karawang Masih Jauh dari Harapan

 

Salah satu aktivis lingkungan hidup di Karawang saat menunjukan lokasi beberapa eskapator yang masih berada di lokasi pertambangan ilegal

Karawang, KTD- Sungguh disayangkan pada penutupan pertambangan ilegal di Kecamatan Pangkalan Desa Tamansari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang tidak melaksanakan intruksi surat rekomendasi Bupati Karawang untuk menertibkan dan menerapkan peraturan yang berlaku. Para petugas dari Satpol PP hanya mendata dan keliling melihat- lihat tanpa menyuruh alat- alat berat yang terparkir untuk keluar dari wilayah pertambangan. Hal tersebut sontak membuat para aktivis lingkungan yang mengikuti kegiatan tersebut marah dan mengkritisi kinerja satpol PP tersebut.

“Jauh dari harapan Satpol PP sepertinya hanya bisa menertibkan hal- hal seperti penertiban lokalisasi tapi tidak memiliki metode bagaimana menertibkan pertambangan ilegal. Perlu peningkatan kapasitas Satpol PP Karawang kalau peraturan kabupaten Karawang ingin tegak dan berwibawa,” ujar Ketua Harian Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (forkadasC+) Hendro Wibowo kepada karawangtoday.com, Rabu (23/7/14).

Diakuinya, pada saat penertiban dirinya menyaksikan Satpol PP hanya mendata dan keliling di lokasi pertambangan.

“Pada saat di lokasi para petugas satpol PP seperti berwisata, hanya meninjau kesana – kemari tidak jelas juga apa yang dia data. Bahkan saya sempat marah saat kordinator Satpol PP mengatakan buat data seadanya saja, sontak saya mengeluarkan kata- kata kasar kepada para petugas satpol PP,” ungkap Hendro.

Lanjutnya, padahal di lokasi pertambangan ilegal masih banyak kendaraan besar pengankut kapur terparkir di lokasi pertambangan.

Hingga saat ini dari pemantauan karawangtoday.com masih banyak mobil pengangkut kapur dan eskapator masih berada di lokasi pertambangan ilegal. (yfs)

Related posts

Leave a Comment