PN Karawang Gagal Eksekusi Lahan Sengketa

 

 

 

 

lahan

Karawang,KTD- Pengadilan Negeri (PN)Karawang gagal mengeksekusi rumah yang diduga bersengketa setelah dihadang ratusan massa dari LSM GMBI (gerakan masyarakat bawah Indonesia). Meski juru sita PN Karawang dikawal ratusan anggotakepolisian dan TNI rencana eksekusi gagal dilaksanakan.

“Eksekusi kami tunda karena situasinya tidak kondusif. Kalau kami paksakan bisa chaos, makanya mundur saja dulu,” kata juru sita PN Karawang, Ahmad Komarudin, kemarin.

Proses eksekusi rumah  di dusun Jenebin Desa Purwadana, Teluk Jambe Timur berlangsung alot dan menegangkan. Pasalnya ratusan anggota LSM GMBI nekat melakukan penghadangan saat juru sita PN Karawang bersama anggota Polres dn TNI mendatangi obyek rumah sengketa seharga Rp3 miliar ini. Massa menutup akses jalan menuju rumah yang akan dieksekusi sehingga juru sita dan polisi tidak bisa masuk.

”Kita akan memanggil pihak yang bersengketa untuk membicarakan masalah eksekusi ini. Tapi yang pasti eksekusi akan tetap kita lakukan karena sudah menjadi putusan hukum,”katanya.

Sementara menurut Ketua GMBI Karawang, M. Sayegi Dewa siap mempertahankan rumah seluas 200 meter ini. Alasannya pihak PN telah melakukan kesewenangan untuk mengeksekusi rumah milik Neli yang menjadi tergugat. Padahal kasus sengketa antara Neli, pemilik rumah, dengan Bank Mandiri belum inkrah karena kasusnya masih berjalan ditingkat banding.

“Kalau pihak pengadilan memaksa kami akan melawan demi tegaknya keadilan. Kami sudah siap dengan segala resiko untuk melawan kesewenang-wenangan pihak pengadilan,”katanya.

Senada dengan itu kuasa hukum tergugat, Asep Agustian mengatakan pihak pengadilan tidak bisa melakukan eksekusi karena perkaranya masih jalan. Alasan pihak pengadilan eksekusi dilakukan karena sudah almaning tidak bisa dijadikan dasar hukum.”Aturan dari mana eksekusi dilakukan karena sudah almaning,” kata Asep.

Menurut Asep, keputusan eksekusi tidak bisa dilakukan oleh alasan Almaning, padahal perkaranya masih berjalan.” Lebih dulu mana banding yang kita ajukan dengan Almaning. Kita sudah lebih dahulu menyatakan banding”katanya.

Akibat sikap ngotot ini situasi sempat menegangkan karana anggota LSM tidak bergeming meski pihak kepolisian sudah mengerahkan pasukan Dalmas untuk membubarkan massa. Pihak pengadilan akhirnya meninggalkan lokasi setelah jalan musyawarah mengalami jalan buntu. (May)

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Comment