Tampilan dr Boyke Pada Seminar Kanker Serviks Menarik Perhatian Peserta

boyke

Karawang,KTD Tampilan Pakar Seksiolog dan Kesehatan Reproduksi Indonesia, dr Boyke Dian Nugraha sebagai pembicara pada seminar  kanker serviks dan dampak seks bebas di aula Husni Hamid Pemkab Karawang pada Minggu (23/11/14), menarik perhatian para peserta.

Dalam memberikan penjelasan seputar penyebab dan dampak penyakit itu dengan gaya humorisnya mengundang tawa peserta. Sehingga sikap antusias peserta seperti itu diharapkan pesan yang disampaikan bisa diterima peserta.

Kanker serviks atau disebut juga kanker rahim, ungkapnya, merupakan jenis penyakit kanker nomor tiga di dunia. Bahkan di Indonesia  setiap satu jam seorang wanita meninggal dunia dikarenakan kanker serviks ini. Perkembangan kanker jenis ini sangat sulit dideteksi, maka dengan itu kanker servik ini disebut juga sebagai silent killer. Proses perjalanan dari infeksi virus menjadi kanker serviks membutuhkan waktu cukup lama, sekitar 10-20 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari hingga kemudian sampai pada tahap pra-kanker tanpa menimbulkan gejala. Oleh karena itu pemahaman terhadap penyakit kanker serviks oleh kaum wanita di Indonesia sangat dibutuhkan.

Penyakit kanker serviks, tambahnya, disebabkan infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Kanker serviks bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk jangka waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan juga infeksi virus HPV hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh atau imun tubuh. Bagi kaum perempuan, penyakit kanker rahim atau kanker serviks seperti hantu yang menakutkan. Penyakit ini, dari tahun ke tahun selalu membawa penderitanya kepada kematian. Meskipun data terbaru menyebutkan bahwa ada penurunan yang cukup berarti pada jumlah kematian yang diakibatkann oleh kanker serviks ini, penyakit yang menyerang bagian kewanitaan ini tetap saja ditakuti banyak perempuan.

Ditambahkannya,  kanker serviks merupakan satu dari sekian banyak jenis penyakit kanker yang sangat berbahaya. Sel kanker yang menyerang rahim pada umumnya bisa menyebar ke sel-sel lain yang ada di sekitarnya, bisa ke pembuluh darah, ke sel-sel saraf, ke kelenjar getah bening, ke tulang, bahkan ke hati dan juga ke paru-paru,  meskipun letaknya relatif lebih jauh dari rahim.

Sel-sel normal yang ditempeli atau dimasuki sel-sel kanker bisa menjadikan sel yang asalnya normal tersebut menjadi tidak terkontrol. Akibatnya, sel itu tumbuh menjadi sel kanker yang baru. Proses penyebaran sel-sel kanker dari tempat asal ke tempat lain itu disebut sebagai metastasis.Akan tetapi bahayanya tetap berdasarkan pada tingkat stadiumnya.

Untuk kanker serviks stadium awal, bisa jadi kanker serviks ini hanya terlihat dan terasa sebagai gejalanya saja. Sel-sel kanker pada stadium awal ini biasanya belum mengalami metastasis ke tempat yang lain. Setelah masuk ke tingkat stadium lanjut, barulah kanker serviks ini menjadi sangat berbahaya. Kematian yang terjadi pada penderita kanker serviks umumnya terjadi di stadium ini.

Bahaya kanker rahim atau disebut kanker serviks bisa juga dilihat dari kemungkinan diangkatnya rahim dari perut seorang penderita. Bisanya, jika sudah demikian, si penderita tidak mempunyai kesempatan untuk memiliki anak dari rahimnya. Jika dilihat secara kasar itu mungkin sangat menyedihkan tapi jika diingat bahwa dengan diangkatnya rahim yang terkena kanker bisa menurunkan kemungkinan sel kanker menyebar ke daerah atau sel-sel lain dalam tubuh, maka pengangkatan rahim itu bisa menjadi jalan yang pasti dipilih karena mampu menyelamatkan nyawa dari penderi kanker serviks ini.

Sehingga, ujar dr Boyke, hidup harus dinikmati dan salah satu sumber kebahagiaan adalah kesehatan. Sehingga kesehatan harus selalu dijaga. (may)

Category: Karawang, KesehatanTags:

No Response

Leave a reply "Tampilan dr Boyke Pada Seminar Kanker Serviks Menarik Perhatian Peserta"