Tunjangan Sertifikasi, Tanda Jasa Guru Saat ini

 

 

Guru-daerah-tertinggal

KARAWANG, KTD –Sertifikasi pendidik yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir serta otonomi keuangan daerah membuka peluang upaya peningkatan kesejahteraan Guru. Pemberian tunjangan tambahan serta  tunjangan sertifikasi/profesi bagi pendidik terbukti mampu mengangkat derajat kesejahteraan guru. Selain mengangkat derajat kesejahteraan pendidik, tujuan lain dari Sertifikasi Pendidik terutama adalah bagaimana agar Guru lebih profesional dalam menjalankan tugas fungsionalnya sebagai pendidik, meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan serta kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Namun dibalik segala tujuan mulia dengan diadakannya tunjangan sertifikasi guru, terselip berbagai masalah dari mulai pencairannya yang condong terlambat seperti yang terjadi pada tahun 2012 lalu, sampai pada pemotongan tunjangan sertifikasi guru terhadap mereka yang melaksanakan Ibadah Haji seperti yang terjadi saat ini.

Seperti yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini di lingkungan guru Kabupaten Karawang,pemotongan tunjangan tersebut sepertinya menimbulkan ketidaksenangan terhadap beberapa guru, senada dengan yang diutarakan salah seorang guru SMP Negeri 2 Karawang Barat, H. Fattah kepada karawangtoday.com Jumat (28/11) “Apakah ada dasar hukumnya tidak mencairkan uang setifikasi buat guru yang melaksanakan ibadah haji? Lalu kemana uang itu masuknya?”

Hal tersebut rupanya mendapat respon dari Dinas Pendidikan. Saat di konfirmasi Sekretaris Dinas Pendidikan, Asep Supriatna, SE membenarkan adanya pemotongan dana tersebut.

???????????????????????????????

Sekretaris Dinas Pendidikan, Asep Supriatna, SE

“Jadi itukan guru tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar selama berangkat ibadah haji sedangkan sertifikasi ini harus ada bukti kegiatan nya. Kalau gurunya ga ngajar ya ga ada bukti kegiatan dong!” Ujar Asep Supriatna kepada karawangtoday.com saat ditemui diruangannya Jumat (28/11).

Dalam hal ini Asep Supriatna juga mengatakan bahwa uang tersebut nantinya disetorkan kepada kas Negara “Jadi uangnya balik lagi. Dana yang dipotong itu kami setorkan ke kas negara atau para guru ini bisa mengambil uang nya yang dipotong langsung ke kami lalu disetorkan ke DPPKAD sendiri”. Pungkas Asep

Apapun polemik yang terjadi di lingkungan pendidikan di Negara kita ini, kita harus tetap berharap masih banyak guru yang benar-benar ikhlas mengajar walau tanpa disertifikasi, dan masih banyak guru yang walaupun sudah tua namun masih bersemangat untuk belajar memperbaiki kekurangan diri demi kemajuan sekolahnya. Semoga, Guruku benar-benar menjadi Pahlawanku. (dit)

Category: Karawang, Pendidikan, Peristiwa, PeristiwaTags:
No Response

Leave a reply "Tunjangan Sertifikasi, Tanda Jasa Guru Saat ini"