Panser Anoa 6×6 Tak Hanya Berfungsi untuk Menghadang Demonstran

Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis 201 - Jaya Yudha

Pesonel Batalyon Infantri (Yonif) Mekanis 201 - Jaya Yudha

Jakarta, KTD- Walikota Jakarta Timur, Depok dan jajaran pemerintahannya menghadiri kegiatan Demonstrasi Panser di Markas Yonif Mekanis 201/JY Jl. Raya Bogor Km 28, Gandaria, Jakarta Timur, pada Sabtu (29/11/14). Kegiatan itu juga dihadiri oleh siswa-siswi SD, SMP dan SMA di Wilayah Jakarta Timur.

Kegiatan Demonstrasi Panser ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pentingnya keberadaan satuan tempur TNI AD yang berbasis mekanis terhadap perkembangan ancaman, tantangan, dan hambatan yang setiap saat bisa terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khususnya, menunjukkan kegesitan dan terlatihnya prajurit Yonif 201/JY dalam melaksanakan tugasnya.

"Kegiatan Demonstrasi Panser ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menginspirasi masyarakat agar memiliki cita-cita luhur mewujudkan hal yang bermanfaat bagi Indonesia,” ujar Letkol. Inf. Bangkit Rahmat Widodo, Komandan Yonif Mekanis 201/JY.

Selain bertujuan untuk menginspirasi masyarakat untuk semakin cinta tanah air, kegiatan ini juga ditujukan agar masyarakat mengetahui bahwa satuan tempur Infanteri Mekanis 201/JY memiliki alutsista pendukung berupa Panser Anoa 6x6.

Menggunakan Panser Anoa tersebut, Yonif Mekanis 201/JY memiliki tugas menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Ibukota Negara serta pengamanan obyek vital dan VVIP (Presiden, Wapres dan Tamu Negara). Dengan adanya kegiatan Demonstrasi Panser ini diharapkan bisa menghapuskan pandangan masyarakat selama ini bahwa Panser Anoa 6x6 ini hanya berfungsi untuk menghadang para demonstran.

"Kendaraan Tempur (Ranpur) Anoa ini bukan digunakan untuk memerangi masyarakat, tapi untuk mengamankan Ibukota dari segala ancaman yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri, sehingga keamanan nasional, khususnya Ibukota dapat terjaga dengan baik," jelas Letkol Inf. Bangkit Rahmat Widodo.

Dalam kegiatan Demonstrasi Panser ini, Yonif Mekanis 201/JY menggunakan Panser Anoa 6x6 buatan dalam negeri, PT Pindad, yang memiliki berat 11 ton dan berat 14 ton untuk jenis combat. Panser Anoa yang mampu menampung 13 prajurit ini memiliki senjata utama senapan mesin 12.7mm dan Granat CIS 40 AGL serta 2x3 66mm peluncur granat asap sebagai senjata pelengkap. Panser Anoa yang memiliki Daya Kuda 22,85 HP/ton ini sudah memiliki transmisi otomatis. Panser ini juga mampu melaju dengan kecepatan hingga 90 km/jam dengan daya jelajah hingga 600 kilometer.

"Batalyon kami dilengkapi dengan alutsista dan persenjataan Made in Indonesia, kami bangga menggunakannya. Sudah selayaknya kami berbagi kebanggan tersebut dengan masyarakat. Selama ini mungkin banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa kini banyak alutsista yang sudah diproduksi oleh perusahaan asli Indonesia", ujar Letkol Inf. Bangkit Rahmat Widodo.

Selain kegiatan Demonstrasi Panser, Yonif Mekanis 201/JY juga sering melakukan berbagai kegiatan yang ditujukan untuk menginspirasi dan mengedukasi masyarakat terhadap fungsi dan peran TNI  AD dalam menjaga keamanan dan kesatuan negara. Kegiatan tersebut salah satunya adalah aktivitas Joy Ride yang bisa diikuti oleh masyarakat umum setiap hari Sabtu pukul 08.00 – 10.00 Wib. Kegiatan Joy Ride yang telah diadakan selama 5 minggu terakhir ini diikuti masyarakat dengan antusias. Hal tersebut diharapkan juga diikuti dengan semakin meleburnya pasukan Yonif Mekanis 201/JY dengan masyarakat sekitar.

“Kegiatan kami yang sudah berjalan adalah Joy Ride dan Display Ranpur Anoa setiap Sabtu pagi mulai pukul 08.00 Wib dan kunjungan dari sekolah-sekolah yang dialokasikan setiap Senin-Jumat. Kami berharap kedepannya, TNI dan masyarakat akan semakin melebur ibarat ikan dan kolam. Sehingga semakin solid sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun dan mengisi kemerdekaan Indonesia”, jelas Bangkit Widodo. (ega)

Category: PeristiwaTags:

No Response

Leave a reply "Panser Anoa 6×6 Tak Hanya Berfungsi untuk Menghadang Demonstran"