Komitmen Memajukan Sastra Fotosintesa Adakan Lomba Dramatisasi Puisi

ditha-1

Karawang, KTD - Fotosintesa (Forum Tokoh Sinema, Teater dan Sastra) yang terbentuk dua tahun lalu, tetap menjaga komitmen dan konsistensinya untuk memajukan dunia sastra, teater dan film. Salah satu bentuk komitmen ini ialah, Fotosintesa akan mengadakan Festival Teater Sunda dengan konsep dramatisasi puisi untuk usia pelajar.

Hal tersebut disampaikan ketua Fotosintesa, Faizol Yuhri dalam acara sosialisasi Festival Teater Sunda di gedung teater arena Kampung Budaya Karawang.

“Festival akan diselenggarakan tanggal 21 Desember (Minggu) 2014,” papar Yuhri pada puluhan kelompok teater yang hadir.

Dramatisasi puisi adalah bentuk lain dari apresiasi puisi selain musikalisasi puisi, teatrikalisasi puisi dan deklamasi puisi. Dramatisasi menitik beratkan pada interpretasi visual dari satu judul puisi. Namun, interpretasi visual ini tidak boleh menghilangkan esensi utama dari dramatisasi puisi, yaitu pembacaan puisi.

“Apapun medianya, entah musikalisasi puisi atau dramatisasi, esensinya tetap sama. Esensinya tetap pembacaan puisi,” ujar Yuhri.

Masih menurut Yuhri, sosialisasi ini selain untuk menggambarkan konsep lomba dan penilaian, panitia juga ingin menyamakan persepsi ‘dramatisasi puisi’ kepada peserta.

“Penyamaan persepsi kami anggap penting. Kalau persepsi pantiia, juri dan peserta tidak disamakan, dunia sastra tidak mungkin maju. Soal bentuk pementasan atau penafsiran dari persamaan persepsi ini, kami sepenuhnya menyerahkan kepada peserta. Kami hanya memberi satu ‘gambar’ soal dramatisasi puisi. Penerjemahan soal ‘gambar’ ini sepenuhnya kami serahkan ke peserta,” ungkapnya.

Pendaftaran lomba ditutup sampai tanggal 15 Desember 2014, bersamaan dengan pelaksanaan technical meeting. Peserta dipungut biaya pendaftaran sebesar 50 ribu rupiah. Peserta mendapatkan fasilitas berupa sertifikat, snack, lighting, background hitam, alat musik, pengeras suara dan papan leveling.

Perlombaan ini memperebutkan trophy juara 1, 2, 3, juara favorit, sutradara terbaik, aktor terbaik dan aktris terbaik. Juga uang pembinaan senilai sembilan juta rupiah.

Ada tiga kriteria penilaian dalam lomba ini. Pertama adalah kemasan (kekompakan, kostum, artistik, durasi pementasan, orisinalitas, aransemen). Kedua adalah penyutradaraan (komposisi, levelitas, grouping, moving). Dan ketiga keaktoran (aksentuasi, artikulasi, penghayatan, ekspresi).

Berminat mendaftar? Fotosintesa membuka lokasi pendaftaran di Kampung Budaya Karawang. (dit)

Category: Budaya, KarawangTags:
No Response

Leave a reply "Komitmen Memajukan Sastra Fotosintesa Adakan Lomba Dramatisasi Puisi"