Jaga Permainan Lokal dengan Bermain Kelereng

maen kaleci

Karawang,KTD-  Kaulinan barudak lembur (permainan anak-anak kampung/red) banyak terdegradasi permainan modern yang kurang berinteraksi dengan rekan sebayanya secara langsung. Namun tidak demikian dengan sejumlah anak di Dusun Gempol Girang, Karawang. Di waktu senggang mereka kerap maen kaleci (bermain kelereng/red) dengan rekan sebayanya.

“Pulang sekolah atau libur, paling senang maen kaleci,” ujar Ije, salah seorang anak warga setempat yang Minggu (14/12/14) itu tengah bermain kelereng dengan rekan sebayanya.

Ije dan sejumlah rekannya mengaku tak pernah bosan bermain kelereng yang mereka sebut maen kaleci pangkal. Bahkan Ije mengaku kurang suka bermain game online yang kerap dilakukan rekan dia yang lainnya.

“Harus pakai biaya. Kan ke warnet harus bayar. Kalau maen kaleci, ngak usah bayar, soalnya saya sudah punya banyak kaleci,” ujarnya.

Pengaku Ije yang tampak polos itu, masuk akal. Selebihnya, permainan anak-anak yang rata-rata berusia belasan tahun ini merupakan permainan yang sudah dilakukan sejak ayah mungkin kakek mereka. Artinya, kegemaran permainan anak di  Dusun Gempol Girang ini jadi salah satu ciri mempertahankan kearifan permainan lokal.

Selain bermain, interaksi dengan rekan sebaya seperti itu menjadi arena pembelajar berkomunikasi  sosial. (may)  

Category: Budaya, KarawangTags:

No Response

Leave a reply "Jaga Permainan Lokal dengan Bermain Kelereng"