Pertambangan Batu Kapur Karawang Selatan Dimulai Pertengahan Januari 2015. . . ? ? ?

Pertambangan karawang selatan

Karawang, KTD- Bertempat di Rumah Makan Indo Alam Sari Karawang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan & Energi mengumpulkan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemda Karawang.

Acara yang berlangsung pada hari Rabu (04/11/2014) tersebut ternyata turut hadir juga kepala BPLHD Jawa Barat dan Direktur PT. Jui Shin Indonesia (PT. JSI) bersama satu orang berkebangsaan Taiwan. Diketahui rapat tersebut berkaitan dengan permohonan serta permintaan dari para penambang batu kapur untuk kembali beraktifitas di area pertambangan batu kapur yang terletak di desa Taman Sari Kecamatan Pangkalan.

“Kars itu sudah diusulkan tetapi masih dalam proses, terima tidaknya itu tergantung pada kementerian,” ujar Kepala Dinas Perindustrian,Perdagangan, Pertambangan dan Energi Karawang, H.Hanafi saat di konfirmasi karawangtoday.com. Senin (15/12/14).

Hal ini menjadi tanda tanya, ketika dalam rapat tersebut ada Direktur PT. JSI yang memiliki keinginan berinvestasi di Kecamatan Pangkalan. Apakah ada maksud DisperindagTamben untuk meloloskan investasi Perusahaan besar tersebut di Karawang dengan cara merangkul para OPD terkait?.

Rapat susulan pertambangan kembali terjadi pada tanggal 28 november 2014 di tempat yang sama dengan Disperindagtamben sebagai OPD yang mengundang OPD lainnya. Agenda samarannya pun masih sama terkait permohonan para masyarakat untuk kembali menambang.

Namun yang menjadi kecurigaan adalah rapat ini tertutup dan di lakukan pada hari jumat siang. Ada indikasi Disperindagtamben dengan pembiayaan PT. JSI mencoba menggalang dukungan dari para OPD Karawang lainnya dalam memuluskan agenda investasi besar di Pangkalan.

Ketika tim investigasi KTD mengonfirmasi kebenaran berita ini kepada salah satu kepala OPD, beliau menjawab bahwa rapat terkait permohonan masyarakat itu akan dilaksanakan hari senin tanggal 1 desember 2014.

Kembali ada pertanyaan, apakah OPD yang lain juga coba menutupi rapat tanggal 28 tersebut atau rapat tersebut adalah rapat penggalangan dukungan semata? Dari pantauan  pada rapat tgl 4 dan 28 november masih terjadi tarik ulur serta penolakan dari beberapa OPD terkait kembali beraktifitasnya pertambangan di Pangkalan.

“Jangan sampai investasi PT.JSI masuk ke Karawang dan menghancurkan usaha masyarakat kecil yang melakukan. Dari rapat ini merupakan kajian data yang ada di gabung dari hasil kajian sebelumnya. Maka rapat ini di tambahkan bukan di tutupi, “ tandas Hanafi.

Ketika ditanyakan bahwa kasus hukum 10 perusahaan tersebut tengah berjalan di Polda Jawa Barat, apakah izin pertambangan itu tetap akan keluar? Hanafi hanya menjawab “Tidak tahu menahu kasus 10 perusahaan yang ditangani Poda Jabar itu, tetapi sebenarnya sudah di panggil dua perusahaan.”

Selanjutnya ketika di tanya nama dua perusahaan itu dia berkata, “lupa dan atas kasus ini diserahkan kepada kepolisian.”

Berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, para penambang itu akan memulai kegiatan pertambangannya pada pertengahan Januari 2015.

Kemudian untuk memastikan kabar tersebut, karawangtoday.com melakukan konfirmasi kepada kepala Disperindagtamben, lalu dia menerangkan “dari TBK belum turun mana bisa mau menambang, tidak jelas jadi gimana hasilnya. Jadi belum tentu kapan dibuatnya dan belum tau, jadi SDM Provinsi menyiapkan peraturan-peraturannya misalkan ada kars, dan bagaimana kars itu. Kalau udah jelas bentang alamnya berarti tidak boleh ditambang, jika semuanya di bolehkan di tambang ya boleh,” ucapnya.

Terkait dengan perizinan, menurutnya, jika sudah jelas kars, maka telah dipatok mana yang harus dan mana yang tidak harus di tambang.

"Dan saat ini perizinan belum jelas.Dari kementrian kapan prosesnya ya terserah dia bukan dari kewenangan Disperindag Jadi semua perizinan itu ada pada provinsi dan pengawasan dari provinsi dan tidak ada kewenangan dari daerah”, tegas Hanafi . (may/tim)

Category: Karawang, SorotanTags:

No Response

Leave a reply "Pertambangan Batu Kapur Karawang Selatan Dimulai Pertengahan Januari 2015. . . ? ? ?"