Indonesia akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan dengan Mengganti Buku Pelajaran ke Tablet

tablet

Jakarta, KTD- Pemerintah, seperti dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan akan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Peningkatan kualitas pendidikan tersebut berupa peralihan buku pelajaran yang akan digantikan dengan buku eletronik atau e-Sabak dengan menggunakan perangkat tablet.

"Penggunaan tablet di kota-kota sudah umum digunakan. Kita justru akan memulainya bukan di kota, melainkan dari daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau dengan pengiriman logistik buku-buku," ujar Anies.

Meski belum bisa membeberkan anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah untuk program tersebut dikarenakan masih dalam tahap penggodokan. Namun, ia menyampaikan program e-Sabak tersebut akan dimulai di daerah terpencil, khususnya daerah perbatasan.

"Prioritasnya tidak di perkotaan tapi di pedesaan utamanya di daerah perbatasan yang dimana indeks pembangunan manusianya masih rendah," katanya.

Diketahui, Indonesia memiliki tiga perbatasan daratan langsung di negara lain yaitu di Kalimatan berbatasan dengan Malaysia, Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste, dan Papua berbatasan dengan Papua New Guinea.

"Kalau di NTT dan Papua kita masih dominan. Nah, untuk di Kalimantan kita dorong agar dominan juga," katanya.

Mengalihkan buku pelajaran berbasis fisik menjadi buku eletronik mendapat beragam reaksi. Di Kabupaten Tangerang Banten, Bupati Ahmed Zaki Iskandar berpendapat Kementarian Pendidikan dan Kebudayaan harus memikirkan bagaimana kesiapan SDM yang mencakup guru, para murid dan orangtua murid.

Sistem belajar aktif yang masih dilaksanakan, akan terhambat seiring tidak familiarnya orangtua dengan teknologi baru tersebut. Kendati ditilik dari sisi geografis, Tangerang adalah kota penyangga ibukota, tapi  Ahmed Zaki Iskandar bersikukuh sistem pendidikan akan sangat terganggu melihat kesiapan masyarakatnya di lapangan.

Tidak hanya itu, walaupun Kementerian Pendidikan akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan PT Telkom Indonesia, Zaki Iskandar merasa perlu dikaji kembali teknologi terapan seperti apa yang tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan siswa, jika tablet yang digunakan selama 8 jam masa belajar aktif ada di sekolah.

"Sistem jaringan telkom dan internet yang juga belum sempurna. Bukan cuma merubah budaya belajar dan mengajar tapi juga sarana telekomunikasinya yang harus dipersiapkan," katanya. (bbs)

Category: Pendidikan, PendidikanTags:
No Response

Leave a reply "Indonesia akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan dengan Mengganti Buku Pelajaran ke Tablet"