Diduga Memanipulasi Pembagian Warisan, Kades Sukatani Dilaporkan ke Kejaksaan

Audensi LMP dengan kejari

Karawang, KTD-Sejumlah pengurus LSM Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Karawang melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen serta penyalah gunaan wewenang jabatan Kepala Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan ke  Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Kamis (15/1/15).

Kepada awak media, Ketua LMP Karawang, D Sutejo MS menyebutkan, audiensi yang dilakukan untuk membahas soal dugaan pemalsuan dokumen ahli waris yang dilakukan Kepala Desa Sukatani, Masrukinalias Saman. Menurut Tejo, pihaknya mendapatkan kuasa dari ahli waris untuk menjadi pendamping supaya kasus ini dapat diselesaikan dimeja hijau.

“LMP menjadi pendamping ahli waris yang dirugikan. Sebab ahli waris merasa dipaksa oleh kepala desa supaya mendatangani dokumen. Jelas-jelas warisan tersebut diperuntukan 3 orang. Namun kepala desa menambahkan menjadi 4 orang, sehingga diduga ada pemalsuan dokumen dan menyalah gunakan wewenang jabatan,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar  penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan kepada kepala desa.

“Kasusnya harus dikembangkan. Karena saya rasa ini sudah masuk ranah korupsi. Kalau sudah memalsukan dokumen dan menyalahgunakan jabatan jelas pelanggaran.Kades itu sebagai penyelenggaan negara harus netral,” jelas Sutejo.

Dikatakan, pihaknya akan terus mengkawal kasus ini hingga tuntas. Dia juga menegaskan supaya kejaksaan sebagai penegak hukum dapat mengedepankan pihak yang benar.

“Kejaksaan jangan tutup mata, tuntaskan kasus ini sampai selesai. Kami LMP Cabang Karawang akan terus mengkawal,” katanya.

Pancajihadi Alpanji menambahkan, ia mencurigai adanya suatu gratifikasi yang dilakukan kepala desa. Menurut Panji, jika dikembangkan kasus dipastikan ada korupsi yang dilakukan Kades Saman.

“Jadi kejaksaan tidak bisa menolak laporan begitu saja. Saya rasa kejaksaan perlu pengembangkan lebih luas masalah ini.  Kami percaya kejaksaan paham dan mengerti soal hukum, maka penegakan hukum harus ditegakan,” tambahnya.

Ahli waris yang dirugikan, Konaah mengakui dipaksa oleh kades Saman supaya warisan yang dia miliki dibagi empat bagian. Padahal pihaknya memiliki tiga ahli waris yang mendapatkan bagian tersebut.

“Saya dipaksa oleh Lurah Saman supaya warisan dibagi empat. Jahat kades itu pa (kepada kajari). Warisan 54 bau harus dibagi empat, kemudian saya bayar lagi untuk pembuatan sertifikat sekitar  Rp12 juta/bidang,” ucap dia saat audiensi.

Menanggapi masalah tersebut, Kajari Karawang,  AM Arifin, menyebutkan bisa saja terjadi unsur korupsi. Namun pihaknya akan mempelajari berkas kasusnya terlebih dahulu. Selanjutnya, ia berjanji akan melakukan penegakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.

“Terimakasih atas laporannya kesini. Kami terima berkas untuk dipelajari lagi, kemudian dapat ditindak sesuai dengan kewenangan kejaksaan,” pungkasnya.  (may)

Category: Hukrim, KarawangTags:

No Response

Leave a reply "Diduga Memanipulasi Pembagian Warisan, Kades Sukatani Dilaporkan ke Kejaksaan"