Mitigasi Daur Hidrologi Karawang

0 2015
2

Dari Puncak Curug Cigeuntis - Dampak Banjir Bandang

Karawang, KTD- Potensi kebencanaan daur hidrologi Karawang Selatan titik beratnya disebabkan atas rusaknya Bentang Karst Pangkalan dan Pegunungan Sanggabuana. Selain itu juga, curah hujan yang terjadi di wilayah penyangga Karawang Selatan khususnya dan Kabupaten Karawang umumnya. Seperti wilayah Kab. Purwakarta, Kab. Cianjur dan Kab. Bogor dan juga dipengaruhi oleh curah hujan di Karawang sendiri.

Mitigasi daur hidrologi ini dimaksudkan untuk melihat proyeksi ke depan jika terjadi curah hujan di wilayah penyangga dan Karawang sendiri, maka dapat disusun kesiapsiagaan bencana yang terjadi. Bisa dipastikan kebencanaan lingkungan yang harus dihadapi Karawang Selatan adalah longsor, banjir bandang dan banjir. Dan Karawang Tengah/Kota serta Karawang Utara bersiap menghadapi banjir luapan Sungai Citarum.

Mitigasi ini melihat proyeksi dari kejadian-kejadian banjir Kabupaten Karawang pada tahun 2014 dan longsor serta banjir bandang tahun 2014. Dengan menarik perhitungan curah hujan yang terjadi di wilayah penyangga dan Karawang sendiri. Sehingga perhitungan tersebut bisa menjadi landasan awal untuk menyimpulkan kesiapsiagaan menghadapi kejadian bencana yang akan atau mungkin terjadi.

3

Banjir Luapan Sungai Cibeet – Pakapuran Ds.Tamansari

Banjir bandang di Pegunungan Sanggabuana memang sering terjadi. Namun apa yang terjadi pada akhir Januari 2014 di Curug Cigeuntis adalah yang terbesar. Terbesar dalam debit, terbesar dalam runoff dan terbesar dalam lebaran dampak. Hal ini bisa dimungkinkan karena pola tanam yang salah dari masyarakat di lerengan Pegunungan Sanggabuana dan terjadinya penggundulan hutan di puncak. Bisa dibayangkan dampaknya jika Pegunungan Sanggabuana akhirnya jadi WP (Wilayah Pertambangan), maka dampak kebencanaan lingkungan serta sosialnya akan menjadi yang terbesar dalam catatan sejarah kelam Kabupaten Karawang.

Banjir luapan Sungai Cibeet pada 13 januari 2014 adalah yang pertama dan menjadi catatan dalam sejarah Kabupaten Karawang. Karena dalam sejarahnya daerah Pakapuran Ds.Tamansari tidak dan belum pernah terjadi banjir luapan yang sampai menutup akses jalur transportasi. Ketinggian banjir luapan ini sampai 30 cm hingga 3 meter. Hal ini kemungkinan disebabkan atas penambangan besar-besaran Karst Pangkalan semenjak 2012. Proyeksi terburuknya jika penambangan ilegal di Karst Pangkalan tidak dihentikan, maka ketinggian luapan Sungai Cibeet akan lebih menenggelamkan dan berdampak meluas.

Padahal jika melihat grafik curah hujan 30-an, dengan curah hujan 350 mm antara 1971 – 2000 di daerah Karawang dan curah hujan 550 mm antara 1971 – 2000 di daerah Kab.Cianjur dan Kab.Bogor (Sumber; Grafik Curah Hujan 30-an BMKG),  Karawang Selatan baik-baik saja tanpa ada bencana banjir luapan Sungai Cibeet di Pangkapauran, dan banjir bandang besar di Curug Cigeuntis. Apakah hal ini dikarenakan pertambangan ilegal dan pola tanam yang salah, sehingga terjadi kebencanaan lingkungan? Kemungkinan besar iya.

4

Banjir luapan Sungai Cibeet yang menggenang jalur transportasi

 Karawang Tengah/Kota

Karawang Kota pada Januari 2014 mengalami banjir di beberapa titik hasil dari meluapnya Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. Karawang Kota secara morfologi diapit oleh 2 DAS (Daerah Aliran Sungai) yang bertemu menjadi satu, dan 2 kanal irigasi di utara dan selatannya. Dua DAS itu adalah Sungai Cibeet dan Sungai Citarum yang bertemu di Ds. Tanjung Pura Kec. Karawang Barat. Dan dua kanal irigasi, Irigasi Tarum Barat di selatan dan Irigasi Tarum Utara di utara Karawang Tengah.

Rangkaian banjir di Karawang Kota terjadi dari tanggal 13 Januari 2014 sampai puncaknya tanggal 19 Januari 2014 yang melumpuhkan kantor PemKab Karawang. Sebaran banjir ini terjadi di Kec. Teluk Jambe Barat, Teluk Jambe Timur, Karawang Barat dan Karawang Timur, dengan rata-rata ketinggian banjir 30 cm hingga 3 meter.

Curah hujan bulan Januari di Karawang Tengah 301 – 400 mm dan daerah penyangga seperti Kab.Purwakarta 256 – 653 mm, Kab.Cianjur 211 – 546 mm dan Kab.Bogor 269 – 542 (Sumber; BMKG). Dari tanggal 18 – 19 Januari 2014 TMA (Tinggi Muka Air) Sungai Citarum Posko Pantau Kedung Gede Ds.Tanjung Pura, mengalami ketinggian yang terus meningkat. Hingga puncaknya pada tanggal 19 januari 2014 jam 13 – 16 Wib mencapai 13,35 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) memecahkan rekor ketinggian TMA tahun 2010 yang mencapai 13,25 MDPL.

5

Banjir 13/01/2014 Dsn.Leuwisisir Ds.Mekarmulya Kec.Teluk Jambe Barat

Ketika banjir menggenang Karawang Kota, maka tergenang juga air bersih masyarakat bahkan pipa PDAM pun ikut tergenang hingga air bersih yang keluar menjadi kecoklatan. Pada saat itu rata-rata masyarakat menggunakan air isi ulang dan air kemasan yang tentu saja harganya mahal. Komoditas air bersih terlihat jelas pada banjir tahun 2014 silam, bagaimana kedepannya dan tahun-tahuan berikutnaya? Apakah air baku bersih akan menjadi komoditas mahal di Karawang Kota? Kemungkinan besar iya.

8

Banjir 18/01/2014 Tinggian Sungai Citarum Dan Perum Bintang Alam

10

Banjir 18/01/2014 Dsn.Pangasinan Ds.Karangligar Kec.Teluk Jambe Barat

9

Banjir 18/01/2014 Luapan Sungai Citarum Menjebol Tanggul Beton Perum Karaba

Karawang Utara

Karawang Utara pada Januari 2014 mengalami curah hujan yang sangat tinggi, yaitu 401 – 500 mm. Dengan luapan dan curah hujan yang sangat tinggi, Karawang Utara mengalami bencana banjir yang sangat besar dan kurang terjamah bantuan karena letaknya yang jauh dari pusat kabupaten. Kec.Pakis Jaya, Kec.Batu Jaya, Kec.Rengasdengklok, Kec.Tempuran dan Kec.Cilamaya tergenang banjir yang cukup tinggi.

Curah hujan di Kec.Rengasdengklok berkisar antara 298 – 403 mm dengan rata-rata 350 mm dan di kategorikan normal. Kec.Cibuaya memiliki curah hujan antara 349 – 472 mm dengan rata-rata 410 mm. Curah hujan Ds.Teluk Bango Kec.Batu Jaya antara 330 – 446 mm dengan rata-rata 388 mm masuk dalam kategori normal. Curah hujan di Kec.Cilamaya sendiri berkisar 247 – 334 mm dengan rata-rata 290 mm.

11

Banjir 19/01/2014 Jln.Pangkal Perjuangan Penghubung Karawang – Bekasi Lumpuh.

12

Banjir Tanggal 30/01/2014 Kec.Cilamaya

13

Banjir 19/01/2014 Dsn.Tenjo Jaya Ds.Teluk Buyung Kec.Pakis Jaya.

Teluk Karawang menjadi muara dari berbagai sungai yang mengalur aliran di Tatar Karawang. Seperti Sungai Citarum, Sungai Cilamaya dan lainnya. Bisa dibayangkan berapa debit air tawar yang masuk ke Teluk Karawang saat terjadinya banjir 2014 dan mampukah salinitas Teluk Karawang mengikatnya? Ataukah hanya mengendap di permukaan dan siap menguap menjadi badai pada beberapa bulan kedepan. Berapa besar gelombang yang dibutuhkan untuk mencampur salinitas tinggi tersebut? Dan mampukah pantai Karawang dihantam abrasi sepanjang tahun? Mari kita renungi dan pelajari lebih lanjut dalam keilmuan yang tepat, karena sekitar 2 juta masyarakat Kabupaten Karawang tidak semuanya bisa berenang tentunya.(ari/ega)

 

Category: Karawang, SorotanTags:
No Response

Leave a reply "Mitigasi Daur Hidrologi Karawang"