Obat Bius Mematikan, Dilarang Disuntikan di Karawang

obat-bius

Karawang,KTD – Pihak berwenang dari 21 Rumah Sakit (RS) akan dikumpulkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karawang, terkait adanya surat edaran perintah penarikan obat Buvanest Spinal produk PT Kalbe Farma, menyusul kasus meninggalnya dua pasien RS Siloam, Karawaci, Tangerang usai mendapatkan injeksi obat Buvanest Spinal. 

asep1

Kepala Dinas Kesehatan Karawang, dr Asep Hidayat Lukman

Namun kita tidak usah terlalu panik. Dari produsennya sendiri  dalam hal ini PT Kalbe Farma, akan ditariknya. Hanya saja kita akan lebih mengingatkan, barangkali  jenis produk ini ada di rumah sakit  di Karawang, agar jangan digunakan,” ujar Kadinkes Karawang, dr Asep Hidayat Lukman, kepada karawangtoday.com, Jumat (20/2/15).

Sementara itu  Wakil Direktur RSUD Karawang, dr Arif mengatakan, pihaknya telah menerima surat edaran penarikan produk obat anestesi itu dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia dan sejumlah institusi yang terkait dengan penggunakan obat tersebut.

RSUD Karawang, ungkapnya,  sudah tidak menggunakan obat Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma. Kendati rumah sakit  ini menyatakan tidak menggunakan obat anestesi Buvanest Spinal, tetapi menggunakan Buvanest Epidural. Namun, dengan pertimbangan keamanan, rumah sakit itu memutuskan menarik Buvanes Epidural sementara waktu.Kalbe Farma belakangan memang telah memutuskan menarik obat tersebut, meski ada dugaan telah terjadi salah pelabelan dalam obat injeksi itu. Dua  jenis obat tersebut sulit  dibedakan.

“Karena warnanya sama dan bentuknya sama,” ujar dr Arif.

Diketahui, ditariknya peredaran obat tersebut oleh produsennya, Kalbe Farma, menyusul kasus meninggalnya dua pasien RS Siloam, Karawaci, Tangerang usai mendapatkan injeksi obat Buvanest Spinal. (may)

Category: Karawang, KesehatanTags:
No Response

Leave a reply "Obat Bius Mematikan, Dilarang Disuntikan di Karawang"