Korban Cebur Diri ke Sungai Citarum, Diduga Timses Kades

???????????????????????????????

Karawang, KTD- Nalim (36), pria yang tewas setelah menceburkan diri ke Sungai Citarum di  Dusun Sukamaju, Desa Warung Bambu, Karawang, pada Senin (23/2/15), ternyata bukan calon kades yang gagal dalam ajang pilkades yang serentak dilaksanakan di 177 desa se Karawang. Namun, diduga merupakan tim sukses (timses) pemenangan salah satu calon kades.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban terlihat  stress sejak terlibat sebagai timses salah satu calon Kades di Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya.

Nalim adalah pekerja pabrik knalpot gang Sukajadi, warga Dusun Sukamaju RT12 RW 03,Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur. Diduga, korban nekat bunuh diri lantaran tertekan  setelah calon kades yang diusungnya menderita kekalahan dalam pilkades.

Meskipun belum dapat dipastikan penyebab utama stressnya korban, Ayah korban, Usup (61), mengendus kejanggalan perubahan perilaku anaknya sejak Jumat (20/2) malam. Ia mendapat kabar dari pihak keluarga istri korban, di Desa Sarijaya, Kecamatan Majalaya, anaknya mengalami gangguan psikologis. Padahal, setahu dia, korban sebelumnya dikenal sebagai pribadi yang baik dan tidak pernah membuat masalah.

“ Sempat curhat kepada kami (pihak keluarga korban), dia terlibat suatu masalah dengan tiga orang rekannya yang mengusung salah satu calon kades di desa tempat tinggalnya di Kampung Leuweung sireum, desa Sarijaya,” ujarnya.

Hanya saja, sejak dibawa ke rumah orang tuanya di Warungbambu, korban seringkali melamun dan beberapa kali kabur dari rumah dengan maksud yang tak pasti. Perubahan perilaku korban tersebut membuat keluarganya khawatir dan sempat berusaha mengobatinya melalui pengobatan alternatif.

“Berubah jadi sering melamun, dan sering bicara calon kades begitu. Makanya kami selaku keluarga mengobati dia secara syariah ( alternatif) kepada orang pintar,” jelasnya.

Namun, kata dia, pada Senin (23/2) siang, korban sempat terlihat gelisah dan berusaha kabur lagi. Diluar dugaan, saat ayah korban tengah berdagang di Pasar Johar, korban  kabur dari rumah menuju ke arah sungai Citarum yang tak jauh rumah keluarganya, serta melompat menceburkan diri hingga tenggelam.

“Kejadian sekitar pukul 11.00 WIB, saat saya tidak berada di rumah. Sempat ditahan sama kakaknya, tapi tetep lolos nyebur ke Citarum dan tenggelam,” ungkapnya.

Sontak, kejadian tersebut membuat geger warga sekitar. Sekitar 3 jam warga, pihak kelurahan, kepolisian, hadir di lokasi sambil menanti upaya pencarian yang dilakukan oleh warga dan kerabat korban.

Wahyu, tetangga korban, yang sempat mendapat cerita dari pihak keluarga korban, mengatakan hal serupa. Dikatakan dia, berdasarkan penuturan Ibu korban, Minten, korban selalu cerita terkait pemiliihan kepala desa. Dikabarkan, calon kades yang diusungnya kalah dalam pilkades yang digelar Minggu (19/2).

“Cerita ke saya sih begitu, korban turut serta sebagai timses salah satu kades yang kalah di Desa tempat tinggal istrinya di Sarijaya,Majalaya,” paparnya.

Hal lain disampaikan, Rosih, istri korban, yang mengaku sempat membaca pesan singkat (SMS) yang masuk ke ponsel suaminya. Aksi nekat korban terjun ke Citarum diketahuinya usai menerima pesan masuk dari salah seorang temannya di Sarijaya.

“Kemarin (Minggu, 20/2) korban sempat tenang. Tapi pagi tadi (Senin, 23/2) korban kembali stress setelah menerima pesan, hingga akhirnya lompat ke Citarum,” tuturnya.

Dia juga membacakan isi SMS yang masuk ke ponsel suaminya yang berisi, ”peupeujeuh obrolan urang nu opatan ulah betus. boh ka nu aya diimah Bayu apalagi di pa Farta. Lamun ngaku bener babaturan, urang kudu bisa jaga anu opatan. Geus tong permasalahkeun calon mah, nu penting mah diri urang masing-masing tong aya permasalahan”  ( ingat pembicaraan kita berempat jangan sampai bocor. Mau sama orang yang ada di rumah Bayu apalagi ke pak Farta. Kalau ngaku bener berteman, kita harus bisa jaga berempat. Sudah jangan permasalahkan calon, yang penting diri kita masing-masing tidak ada masalah ).

Petikan SMS tersebut, kata Rosih, menandakan korban tengah merahasiakan sesuatu bersama tiga orang temannya yang kerap datang menyambangi rumahnya di Sarijaya. Dia menduga ini ada kaitannya dengan proses Pilkades di desa nya, sekaligus penyebab suaminya sering melamun seperti tertekan dalam empat hari terakhir.

“Tidak pernah cerita detil ke saya, hanya selalu ada tiga orang temannya bernama Bayu, Supri, dan Sambas, datang ke rumah membicarakan terkait calon kades. Sms tadi juga dari orang yang namanya Supri,” ungkap Rosih, kepada sejumlah wartawan di rumah duka di Warungbambu, Senin (23/2).

Jasad korban, akhirnya ditemukan warga tak jauh dari lokasi tempat pertamakali korban melompat, sekitar pukul 13.30 WIB, sesaat sebelum tim SAR Tagana dan Dinsos menerjunkan tim pencarian korban.  Jenazah korban langsung disemayamkan di rumah orangtuanya dan disambut isak tangis seluruh kerabatnya. (dit)

Category: Karawang, PeristiwaTags:

No Response

Leave a reply "Korban Cebur Diri ke Sungai Citarum, Diduga Timses Kades"