Terjerat Kasus Korupsi, Bupati Non Aktif Ade Swara Di Tuntut 8 Tahun Penjara

ade swara

Bandung, KTD- Bupati Karawang nonaktif H.Ade Swara dituntut hukuman delapan tahun penjara dengan denda Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan, sedangkan istrinya, Nurlatifah, dituntut hukuman 7 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) PT Tatar Kertabumi di Kabupaten Karawang dan pencucian uang.

Hal itu diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhika Putra pada sidang agenda tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (31/3/2015).

"Menuntut untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ade Swara selama delapan tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda Rp 400 juta subsider empat bulan dan menuntut terdakwa Nurlatifah selama tujuh tahun penjara dikurangi masa tahanan dengan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan," kata Andhika saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa.

Jaksa menyebutkan bahwa pasangan suami istri tersebut telah terbukti secara sah bersalah melanggar pasal 12 huruf e UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seperti yang telah diubah dalam UU No. 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Selain itu, H.Ade didakwa dengan pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 junto pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Jaksa membacakan hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintahan yang sedang gencar-gencarnya menegakkan pemberantasan korupsi. Kemudian, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesali perbuatannya.

Sementara untuk hal yang meringankan, kedua terdakwa dinilai bersikap sopan. Poin lainnya adalah kedua terdakwa mempunyai tanggungan anak enam orang.

KPK menangkap Bupati Karawang H.Ade Swara dan Nurlatifah dan menetapkan mereka sebagai tersangka pemerasan pada 18 Juli 2014. Keduanya diduga memeras PT Tatar Kertabumi sebesar Rp 5 miliar yang ingin meminta izin untuk pembangunan mal di Karawang.

Uang itu akhirnya diberikan dalam bentuk uang dolar berjumlah 424.329 dolar Amerika Serikat. Uang tersebut menjadi barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 17 hingga 18 Juli 2014 dini hari.

Pada 7 Oktober 2014, KPK juga menetapkan H.Ade dan istrinya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Penetapan pasal mengenai TPPU kepada pasangan suami istri ini tak lepas dari hasil pengembangan KPK terhadap penyidikan dugaan pemerasan yang juga menjerat H.Ade dan Nurlatifah.

KPK menemukan indikasi bahwa H.Ade dan Nurlatifah mentransfer, menempatkan, membayarkan, atau mengubah bentuk harta yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi.(bbs)

Category: HukrimTags:
No Response

Leave a reply "Terjerat Kasus Korupsi, Bupati Non Aktif Ade Swara Di Tuntut 8 Tahun Penjara"