Selamat Jalan Pak Agus, Selamat Jalan Bapak Pendidikan Karawang

KTD- Tepat malam satu ramadhan 2015, Rabu (17/6) menjadi malam duka bagi keluarga almarhum H. Agus Supriatman M.Pd. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Karawang ini, menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan dari Perumahan Griya Mas Lestari, Klari menuju Rumah Sakit Dewi Sri akibat serangan jantung.
Meninggalnya H. Agus Supriatman tentu mengejutkan semua pihak, tak terkecuali sopir pribadinya, Gunawan. Laki-laki yang biasa dipanggil Dawer ini, masih tak percaya, pertemuanya di hari itu adalah pertemuan terakhirnya dengan Pak Haji, sapaan akrab Dawer kepada almarhum. Tidak ada satu firasat apapun yang menandakan bahwa Pak Haji Agus akan pergi selama-lamanya.
“Jam lima sore, Bapak niat mau pulang ke Bandung. Katanya tidak usah diantar karena merasa sehat. Lalu saya ijin ke bapak mau pulang ke Rengasdengklok,” ungkap Dawer mulai bercerita.

Mendiang H. Agus Supariatman M.Pd (sebelah kiri) saat kegiatan Lepas Sambut Kadisdikpora beberapa bulan lalu. Almarhum H. Agus diganti oleh H. Dadan Sugardan (sebelah kanan), mantan Kadisbudpar Karawang

Mendiang H. Agus Supariatman M.Pd (sebelah kiri) saat kegiatan Lepas Sambut Kadisdikpora beberapa bulan lalu. Almarhum H. Agus diganti oleh H. Dadan Sugardan (sebelah kanan), mantan Kadisbudpar Karawang

Karawang,

Saat perjalananya baru sampai daerah Lamaran, tiba-tiba Dawer mendapat panggilan dari Almarhum. “Bapak bilang katanya dadanya sakit. Saya disuruh pulang balik lagi,,” tuturnya.
Bahkan beberapa menit kemudian, kata Dawer melanjutkan, Pak Haji masih sempat kirim sms dan menyuruhnya untuk membelikan obat dan membawanya langsung ke RS Dewi Sri.
“Bapak sudah ada yang ngantar. Katanya yang ngantar orang yang lagi bertamu di rumahnya,” ucapnya.

Begitu sesampaianya di rumah sakit, ba’da maghrib, dirinya kaget dan merasa tak percaya saat salah satu dokter mengabarkan bahwa Pak Haji sudah tidak ada. Kata Dawer, saat mendapat kabar itu, pandanganya gelap dan badan lemas seketika.
Dawer memang salah seorang yang begitu dekat dengan almarhum. Karena saking dekatnya, Dawer sudah menganggap Almarhum sebagai orang tuanya sendiri. Bahkan sampai akhir hayatnya pun, bentuk baktinya terhadap orang yang pernah berjasa mengajarinya menyopir itu tetap ditunjukan, Dawer yang masih terlihat berduka, masih setia memegang kantong plastik hitam berisikan obat-obatan yang sedianya dipakai untuk meredakan sakit dada Haji Agus. Padahal, jika tak keberatan, dia bisa menaruhnya di Mobil ataupun dimana saja.
Malam satu ramadhan, menjadi malam yang begitu berat buat Dawer. Terpaksa dia harus melepas orang yang sangat berjasa bagi kehidupan pribadi dan keluarganya.
“Minta doa aja buat bapak. Bapak orang baik. Tolong kalau ada salah dimaafkan. Semoga bapak diberikan jalan yang lapang,” urai Dawer dengan mata nanar.

Mendiang Agus Supriatman dikenal dengan sosok yang low profile dan ramah terhadap siapa saja. Semasa menjabat sebagai kadisdikpora, beberapa pemberitaan fenomenal pernah menyorotinya. Salah satunya adalah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring atau online. Tahun pertama di 2013, dirinya sempat mendapatkan aksi sporadis dari para oknum yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Karawang. Puncaknya di tahun 2014 pada pelaksanaan PPDB online tahun kedua, Almarhum dikepung ratusan oknum yang mendesak pembatalan PPDB online. Karena sikap tegasnya dalam mengawal PPDB online, sebutan "Bapak PPDB Online" pun tersemat.

Meski banyak kontroversi, pada masa kepemimpinan H. Ade Swara, almarhum sempat meraih predikat sebagai Kepala Dinas Berprestasi di tahun 2013. Semenjak pucuk kepemimpinan diambil alih Plt Cellica Nurachadiana, mendiang dimutasi menjadi staff ahli bagian ekonomi. Selamat Jalan Pak Agus, Selamat Jalan Bapak Pendidikan Karawang. (Panji Mayza Perdana)

Category: Karawang, Pendidikan, PPDB Online, Profil
No Response

Leave a reply "Selamat Jalan Pak Agus, Selamat Jalan Bapak Pendidikan Karawang"