Pengelolaan Terkesan Kacau, Kampung Budaya Jadi Sepi dan Tak Terurus

Belum genap setahun peresmian Kampung Budaya Karawang, tempat yang digadang-gadang sebagai wadah para seniman untuk melakukan kegiatan bersifat kebudayaan tersebut terus mendapat sorotan. Setelah beberapa waktu lalu sempat gempar dengan adegan mesum beberapa pelajar di tempat tersebut, kini pengelolaan Kampung Budaya dipertanyakan banyak pihak.

Salah seorang warga Desa Wadas, Ratna menyayangkan kondisi kampung budaya yang tidak terurus. Hal itu sering dilihat karena setiap hari, dirinya sering melewati lokasi tersebut. Sebagai warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, Ratna menyebut beberapa fasilitas dan kondisi bangunan terkesan dibiarkan terbengkalai, mulai dari kualitas kayu yang sudah kropos , atap-atap yang bocor, hingga toilet yang terlihat kotor dan tidak terawat. Ia pun curiga kontraktor yang mengerjakan bangunan tersebut tidak memenuhi tanggung jawab seperti seharusnya.
kambud

“Makanya saya bilang ini terlalu banyak pembiaran, harusnya kalau ada pembangunan rumah budaya begini harus diisi (kegiatan seni dan budaya Karawang). Jadi tidak boleh cuma otaknya proyek, bangun, atas nama budaya Karawang tetapi tidak dipakai. Coba saja lihat berantakan begitu, padahal duitnya habis Rp 4 Miliyar lebih ,” ungkap Ratna dengan muka kesal.

Selain kondisi bangunan yang tampak tak terawat, pengelolaannya pun seperti tidak ada, sehingga bangunan yang seharusnya bisa dipakai untuk kegiatan kesenian setiap ini kerap sepi.
Hal tersebut seperti yang pernah disampaikan salah satu anggota Komisi C ,Nurlaela Saripin SE, saat melakukan hearing dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) beberapa waktu lalu .Dia mengatakan pernah melewati kampung budaya namun sangat miris, sebab pemandangan yang ia lihat tidak seperti apa yang selama ini digembar-gemborkan. (May)

Category: Budaya, Karawang, Seni dan Budaya
No Response

Leave a reply "Pengelolaan Terkesan Kacau, Kampung Budaya Jadi Sepi dan Tak Terurus"