Munif Akui Fasilitas dan Infrastruktur Obyek Wisata Kurang Maksimal

Karawang, KTD- Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Parasarana, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, Munif mengakui sarana dan parasarana di berbagai macam tempat pariwisata jelang hari raya Idul Fitri tahun ini belum maksimal dan semrawut. Padahal, seperti data tercatat di tahun-tahun sebelumnya, untuk lebaran kali ini, diperkirakan lebih dari satu juta wisatawan diprediksi memadati tempat-tempat wisata, diantaranya Pantai Tanjung Pakis, Pantai Samudra Baru, Pantai Cibendo, dan sejumlah objek wisata di Kecamatan Pangkalan.

“Kami akui belum maksimal, terutama persoalan infrastruktur dan tempat parkir. Tapi menurut saya lebih baik ketimbang tahun-tahun sebelumnya,”ungkap Munif.

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pengelola wisata dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat. Hanya saja, koordinasi tersebut baru membahas soal keamanan tempat-tempat wisata.
“Seyogyanya fasilitas lain termasuk infrastruktur memang harus diperhatikan demi kenyamanan para wisatawan lokal maupun non-lokal. Akan tetapi untuk Karawang memang belum maksimal,”tandasnya.

Tanjung Pakis, salah satu tempat wisata yang biasa dikunjungi wisatawan saat hari raya idul fitri.

Tanjung Pakis, salah satu tempat wisata yang biasa dikunjungi wisatawan saat hari raya idul fitri.

Padahal, kata dia, wisatawan pada libur hari raya tersebut diperkirakan akan membludak. “Bisa lebih dari satu juta wisatawan dari Karawang dan sekitarnya. Biasanya akan padat pada hari H atau H+1,”tambahnya.
Selain itu, Munif juga mengakui pengagalian retribusi dari sektor wisata belum maksimal. Pasalnya, sebagian besar tempat wisata bukan aset milik pemkab.
“Berdasarkan Permendagri No 17 Tahun 2014, retribusi hanya bisa dipungut jika aset tersebut milik pemkab. Sehingga, retribusi hanya bersifat partisipasi dari pihak pengelola,”ucapnya.

Menurutnya, harus ada regulasi yang mengatur secara tegas perihal retribusi pariwisata. Kata Munif, sebenarnya ada perda perda yang mengatur hal tersebut. Tapi masih dalam tahap pemantapan. Pihaknya mengaku sedang melakukan pendekatan kepada pengelola kaitan retribusi. Yakni 20 persen dari pendapatan.
Dijelaskanya, dana retribusi dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagian digunakan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pariwisata. (May)

Category: Budaya, Budpar, Karawang, Pariwisata, Tempat Rekreasi
No Response

Leave a reply "Munif Akui Fasilitas dan Infrastruktur Obyek Wisata Kurang Maksimal"