Ogah Rugi, Digital Printing Di Karawang Minta Pembayaran Cash Pada Moment Pilkada

IMG_0132

KTD-Terkait akan berlangsung nya moment politik di Kabupaten Karawang, yakni Pilkada yang akan di gelar pada 9 Desember mendatang, salah satu pelaku bisnis Digital Printing ternama Di kawasan Karawang Kota, yakni Cipta Grafika menerapkan aturan tegas dalam menerima setiap permintaan pembuatan alat peraga kampanye berupa spanduk, baliho, brosur dan lain-lain bagi seluruh calon yang akan mengikuti ajang pilkada. Hal ini untuk mengantisipasi terulangnya kejadian mengecewakan pada saat pesta politik pemilihan anggota Legislatif tahun 2014 lalu,yakni banyaknya caleg-caleg yang tidak melunasi pembayaran dari pemesanan alat peraga kampanye di Cipta Grafika. “ kami tidak menerima pemesanan spanduk dan lain-lain dengan sistem pembayaran di angsur, karena pada pileg lalu kami kecewa dengan para caleg yang tidak melunasi hutang dari pemesanan alat peraga kampanye mereka” .ujar HRD Cipta Grafika, rio Yunaldi kepada karawangtoday.com.

Rio menambahkan pihaknya hanya melayani sistem pembayaran secara cash untuk para calon peserta pilkada yang akan membuat alat peraga kampanye di Cipta Grafika. “ kami hanya menerima pemesanan secara Cash”. Saat ini Cipta Grafika baru menerima satu permintaan pembuatan alat peraga kampanye dari salah sati pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati.

Selain itu menurut Rio, Produk yang di unggulkan dari Cipta Grafika dapat terjual laris di masyarakat luas seperti blanko undangan, ATK serta produk Digital Printing yang di peruntukan di luar moment-momet politik. “ produk unggulan kami adalah blanko undangan,dan yang terbaru penjualan ATK.” Ujarnya.

Untuk meningkatkan pelayanan dari Cipta Grafika, Mereka juga rencananya akan membuat even-even bagi para pelanggan atau member yang selama ini menggunakan pelayanak dari Cipta Grafika, seperti Even Halal Bihalal, Seminar Kewirausahaan. (udi)

Category: Ekbis, Ekbis, Industri, KarawangTags:
No Response

Leave a reply "Ogah Rugi, Digital Printing Di Karawang Minta Pembayaran Cash Pada Moment Pilkada"