Rumah Tergerus Abrasi 240 KK Menungsi Di TPU

abrasi

Karawang,KTD- Setidaknya sudah 10 kilometer lahan darat di pesisir yang sudah terendam air laut di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya. Namun sepertinya Pemerintah Kabupaten Karawang (Pemkab) dinilai tidak serius tangani abrasi pantai tersebut. Warga mendesak agar Pemkab serius menangani kasus ini sebelum air laut mencapai pemukiman penduduk. Saat ini saja sudah 240 KK yang terpaksa mengungsi di pemakaman umum karena rumahnya tergenang air laut.

“Oleh karena itu harus segera diatasi kalau tidak rumah warga bisa tenggelam. Sejauh ini kami melihat masalah ini dibiarkan saja oleh pemerintah,” kata Sekretaris Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (FK-KKPMP), Wan Nusuki.

Menurut Wan Nusuki warga Desa Cemara Jaya sudah sejak tahun 2005 mengeluhkan abrasi air laut yang dapat mengancam pemukiman warga. Namun hingga saat ini pemerintah dinilai tidak serius melakukan pencegahan sehingga air laut sudah menggenangi daratan hingga mencapai hampir 10 kilo meter.”Sudah ada beberapa rumah warga dan juga musolah yang tergenang akibat abrasi ini. Kalau terus dibiarkan bisa satu desa tergenang,” katanya.

Wan Nusuki mengungkapkan, kasus abrasi yang paling parah terjadi di Dusun Pisangan
yang mencapaii 2,5 kilometer. Akibatnya jalan raya penghubung dengan Desa Sedari terputus karena sudah tenggelam oleh air laut. Warga sudah berusaha  kepada meminta bantuan pemerintah, untuk melakukan tindakan secepatnya. Namun sampai saat ini belum pernah ada tindakan yang berarti untuk masyarakat sekitar. “Apalagi pada musim penghujan dan gelombang pasang air laut, para petani tambak, masyarakat sekitar dan juga anak-anak sekolah, dipastikan akan terisolir," katanya.

Berdasarkan catatan, kata Wan Nusuki, hampir 240 kepala keluarga pesisir yang berada di Dusun Pisangan terpaksa harus pindah dan tinggal di tempat pemakaman umum. Bahkan untuk  menyelamatkan tambak yang merupakan sumber penghasilan masyarakat sekitar, warga terpaksa membuat tanggul penahan menggunakan batu, bambu atau karung berisi pasir. “Mereka patungan untuk membuat tanggul penahan meski itu dilakukan secara sederhana dan swakelola,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Cemara Jaya, Yonglim, mengaku sudah melaporkan masalah ini kepada pemerintah daerah agar segera memberi pertolongan kepada warga yang menjadi korban abrasi. Selain itu pihaknya juga meminta pemerintah segera mengambil langkah-langkah penanganan yang cepat dan permanen agar abrasi tidak terjadi lagi. “Pemkab harus turun tangan karena kalau mengandalkan keuangan desa tidak cukup. Dana yang dimiliki desa melalui dana alokasi desa tidak bisa digunakan semuanya untuk menangani abrasi,” katanya.

Menurut Yonglim pihak desa sudah mendesak Pemkab Karawang agar segera menangani masalah abrasi secepatnya. "Saya sudah medesak melalui kecamatan minta pemkab untuk mencarikan solusi penanganan abrasi. Tapi sampai saat ini kita belum mendapat jawaban yang pasti. Jadi untuk sementara kita mengatasi sendiri, meski hal itu belum bisa menuntaskan persoalan,” katanya.(May)

Category: Karawang, SorotanTags:
No Response

Leave a reply "Rumah Tergerus Abrasi 240 KK Menungsi Di TPU"