Saung Bereum Tetap Eksis Dengan Tradisi Seni Sunda, Meski Diserbu Budaya Barat

saung bereum ucok

Karawang,Ktd- Banyaknya serbuan budaya asing dan barat yang masuk ke Indonesia, khusunya Karawang Jawa Barat, membuat Saung Bereum mulai berpikir untuk memadukan seni budaya dan makanan tradisional menjadi bidikan peluang usaha oleh Saung Breum. Saung breum milangkala nu ka-6 yang tepat pada rabu 12/08. Milangkala saung breum nu ka-6 mengadakan rangkaian kegiatan yang terbagi dalam 2 sesi.

Sesi Pertama (13.00-17.30 Wib) yaitu kongko budaya tentang ngaruwat. “ Sekitar jam 2 siang nanti akan diadadakan semacam seminar namun sebutan dari masyarakat kota kalu Orang sunda itu bisa ngadu bakolah “ Ujar pupuh saung breum abah herman kepada karawangtoday.com. Abah herman juga menambahkan “ supaya kongko budaya nya lebih bermakna tidak ngelantur kita arahkan ke tentang ngaruwat”.

Hal yang ingin dicapai dari kongko budaya ini yaitu ingin mengajak kepada seluruh bangsa Indonesia bukan hanya masyarakat Karawang untuk tidak akan melupakan dan meninggalkan budaya bangsa nya. “ Saya Ingin seluruh Bangsa Indonesia, bukan hanya karawang tapi seluruh bangsa Indonesia untuk tidak akan meninggalkan budayanya. Karena setiap bangsa besarpun tidak meninggalkan budaya bangsanya, lihat jepang” Ujar abah herman kembali kepada karawangtoday.com.

Budaya merupakan ketentuan Tuhan untuk disandang bagi semua bangsa di dunia ini. “ Tuhan sudah menghendaki kita seluruh bangsa di dunia ini harus semua berbangsa dan bernegara, bangsa di dunia ini harus mempunyai ciri budayanya sendiri” ujar abah herman lagi kepada karawangtoday.com.

Karya budaya merupakan kekayaan. Karya Budaya bukan hanya kesenian dan makanan tapi juga melingkupi seluruh aspek kehidupan yang dapat menunjang dari sisi penghidupan. “ Seluruh aspek kehidupan itu budaya yang memang sudah dicocokan oleh Tuhan. Kita Indonesia kaya budaya. Hasil dari penjualanan makanan dan minuman akan kembali lagi untuk kegiatan budaya” tandas abah herman.

Kegiatan budaya yang disajikan di saung bereum adalah pembeda dari restoran-restoran lain. “ Restoran umum bisa menjual makananan dan minuman apa saja yang berkelas, tapi saung breum menyajikan karya budaya” tegas pupu saung bereum abah herman.

Dari pantauan karawangtoday.com sesi pertama ini dibuka dengan alunan alat music angklung oleh kepala Dinas DisHubPar Karawang sebagai perwakilan dari Plt. Bupati Karawang yang sudah dijadwalkan untuk membuka kegiatan tersebut dikarenakan kegiatan padat.

Sesi kedua (20.30-23.00 Wib) Pintonan Kasenian. Dari rangkaian kegiatan milangkala saung beureum Nu ka-6 hiburan kesenian yang menampilkan” ketuk tilu”. “ Hiburan kesenian bagian dari budaya, tapi saya angkat hiburan budaya yang sudah hamper tidak terdengar lagi bahkan anak muda tidak mengenal lagi ketuk tilu. Ki Daus juga ikut memeriahkan” ujar abah herman lagi kepada karawangtoday.com. (udi)

Category: Budaya, Karawang, PariwisataTags:
No Response

Leave a reply "Saung Bereum Tetap Eksis Dengan Tradisi Seni Sunda, Meski Diserbu Budaya Barat"