13 Ribu PNS Diincar Balon Bupati, Sekda Di Minta Tegas

hYffac4y

KTD- Masyarakat diminta pro aktif mengawasi pegawai negeri sipil (PNS) yang terlibat politik praktis dalam Pilkada yang akan digelar 9 Desember tahun ini. Belakangan ini santer terdengar kabar pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Karawang menjadikan 13.000 PNS Karawang sebagai lumbung suara dalam Pilkada nanti. “Posisi PNS menjadi strategis dan rentan di obok-obok pasangan balonbup. Peran Sekda selaku pengawas PNS harus tegas,” ujar Wakil Ketua DPRD Karawang, Sri Rahayu Suroto.

Sri Rahayu mengatakan informasi adanya PNS yang aktif berpolitik dalam Pilkada sudah sering kali didengarnya. Dengan jumlah PNS yang mencapai 13.000 orang membuat pasangan balon bupati dan wakil bupati tergiur untuk merangkulnya melalui lembaga yang ada seperti PGRI, Korpri atau yang lainnya. Berdasarkan catatan badan kepegawaian ada 13 ribu PNS yang terdaftar. Jumlah tersebut cukup signifikan dengan jumlan balon bupati dan wakil bupati yang berjumlah 6 pasangan.

“Saya kira Sekda Karawang, Teddy Ruspendi selaku PNS paling tinggi harus bisa mengantisipasi soal ini. Jangan hanya cuma memberikan himbauan atau peringatan yang bersifat teori, tetapi harus turun ke lapangan untuk membuktikan informasi tersebut,” tandasnya.
Menurut Sri, keterlibatan PNS dalam politik praktis bukan isapan jempol. Hanya saja untuk membuktikan hal tersebut cukup sulit, makanya masyarakat juga harus pro aktif ikut mengawasi. “Kalau lembaga yang berkompeten terkesan tidak maksimal mengawasi, ya masyarakat yang harus pro aktif agar pelaksanaan Pilkada ini berlangsung Jurdil,” tambahnya.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Teddy Ruspendi meminta seluruh pegawai negeri sipil (PNS) untuk bersikap netral dalam Pilkada nanti. Jika terbukti ada PNS yang aktif mendukung salah satu pasangan calon, maka harus menanggung resiko pemecatan sebagai pegawai. “Kita akan tindak tegas jika memang ada PNS yang aktif mendukung salah satu calon. Saya sudah meminta inspektorat untuk mengawasi soal ini dan bekerja sama dengan Panwaslu,” jelas Teddy.

Teddy juga sudah memerintahkan inspektorat untuk mengawasi PNS Karawang, terutama yang dicurigai aktif melakukan kegiatan politik praktis. Inspektorat diminta bekerja sama dengan panitia pengawas pemiliu (Panwaslu) Karawang untuk mengawasi PNS. “Saya pastikan jika terbukti ancamannya sudah jelas, bahkan bisa dipecat jika memang terbukti,” bebernya.(may)

Category: Daerah, Karawang, PilkadaTags:
No Response

Leave a reply "13 Ribu PNS Diincar Balon Bupati, Sekda Di Minta Tegas"