Alena Bawa Pesan Moral Pendidikan dari Jepang

ALENAA

Karawang, KTD- Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Dibalik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, bagi Alena Diva Salsabila adalah pendidikan dasar yang dipunyai oleh anak-anak sekolah di Jepang.

Alumni SMAN 5 tahun 2013 yang saat ini menempuh pendidikan di salah satu Universitas ternama di Jepang ini menilai, ada perbedaan mencolok antara Jepang dan Indonesia mengenai sistem pendidikanya. Menurut Alena, sistem pendidikan di Jepang Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri.
“Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana,” kata Alena saat mendampingi dua pengajar dari Yayasan Osaka In The World berkunjung ke SMPN 1 Telukjambe Timur, Senin kemarin.

Alena mengungkapkan, fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Di Jepang, katanya, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

“Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya,” pungkasnya. (Las)

Category: Profil
No Response

Leave a reply "Alena Bawa Pesan Moral Pendidikan dari Jepang"