Kapolda Jabar Diminta Tarik Pasukannya Dari Lahan Sengketa Teluk Jambe Karawang

kapolda

KTD-Masyarakat dari tiga desa di kecamatan teluk jambe barat yakni desa Desa Margamulya, Desa Wanasari, dan Desa Wanakerta, kabupaten Karawang mendesak agar Kapolda Jawa Barat menarik personilnya yang saat ini mendekam di lahan milik warga namun kini diklaim kepemilikannya secara paksa oleh PT Agung Podomoro.

“Kami mendesak agar Kapolda Jawa Barat menarik anggotanya yang saat ini membekingi PT Agung Podomoro Land, Kepolisian harus bersikap netral karena lahan yang sekarang sedang dijaga aparat kepolisian masih berstatus sengketa, dan sebagian lain adalah milik warga Teluk jambe barat,” ujar Kuasa Hukum warga Teluk Jambe Barat, Yosef B. Badeoda.

Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan Hari Kemerdekan ke-70 Negara Republik Indonesia, puluhan warga Teluk Jambe Barat dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tampar (Tim Advokasi Masyarakat Petani Karawang), Sepetak (Serikat Petani Karawang), LBH JMPH (Lembaga Bantuan Hukum Jaringan Masyarakat Peduli Hukum Karawang, PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (Jakarta), dan Tim Advokat DPP LRJ (Dewan Pimpinan Pusat Laskar Rakyat Jokowi), menggelar unjuk rasa dengan melakukan upacara bendera di atas lahan milik petani yang bersertifikat, yakni tepat di depan posko penjagaan Brimob di jalan Kawasan Industri Konsorsium Desa Wanasari. Upacara bendera dilakukan dengan penuh kesederhanaan namun khidmat, dengan diwarnai orasi semangat kemerdekaan atas kedaulatan tanah bagi petani.

Selain itu, Ketua PBHI Jakarta Simon F Tambunan mengungkapkan keberadaan aparat brimob Polda Jabar tersebut tidak berdasar. Terbukti, ketika pihaknya menanyakan kepada salah satu aparat itu untuk menunjukkan Surat Tugas, tidak ada satupun yang bisa menunjukkannya. "Keberadaan aparat di atas lahan sengketa ini adalah ilegal, mereka ditugaskan tanpa adanya dasar," tegasnya.(red)

Category: Aksi Massa, Daerah, Hukrim, Hukrim, Karawang, Masalah SosialTags:
No Response

Leave a reply "Kapolda Jabar Diminta Tarik Pasukannya Dari Lahan Sengketa Teluk Jambe Karawang"