Pekerja Kasar Dari Tiongkok Di Indonesia Bertentangan Dengan Undang-Undang

TKA ilegal

KTD-Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menghadiri Deklarasi dan Pelantikan DPP Jawa Barat Organisasi Rakyat Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Presiden KSPI Said Ikbal mengatakan " ORI yang didirikan oleh saudara Andi Gani Nena Wea sebagai Ketua ORI untuk mewadahi para pekerja, buruh, petani, nelayan, miskin kota dan orang-orang kecil lainya. Yang secara politik selalu dipinggirkan".

Said menambahkan "ORI mengorganisir suara buruh sebagai kekuatan politik. Jadi apakah ORI akan menjadi organisasi politik? ya bisa saja, Tapi sebagai saran saya supaya bergabung dengan gerakan buruh lainnya dan element gerakan sosial lainya".

Sementara itu Presiden KSPI juga menyinggung terkait persoalan banyak tenaga kerja asing khusus warga thionghoa yang bekerja di Indonesia. Ia mengatakan " Untuk pekerja asing yang bekerja di Indonesia tentu bertentangan dengan UU. Dalam UU no.13 tahun 2003 pasal 44 disitu dikatakan hanya di peruntukan pekerja asing dengan pekerja Skill Workers. Yaitu bahwa yang disebut pekerja asing yang mempunyai keterampilan tertentu misal Ahli Mesin, Ahli akuntan, ahli hukum internasional dll. Sehingga ia harus kompetensi punya pengalaman dan mengerti budaya Indonesia dengan cara berbahasa Indonesia. Itulah yang diperbolehkan pekerja asing yang bekerja di Indonesia sesuai UU. Sedangkan untuk pekerja unskill workers atau pekerja yang tidak membutuhkan keterampilan tertentu seperti tukang batu, tukang masak, security dll. Itu tidak perlu dari tenaga kerja asing.

2015-09-09 18.05.16

Said juga menegaskan "Tujuan mengundang investasi ke Indonesia adalah untuk mengisi lapangan kerja oleh orang Indonesia bukan oleh orang asing". (udi)

Category: Daerah, Disnakertrans, Hukrim, Industri, Karawang, Masalah Sosial, Opini, Pelayanan Publik, SorotanTags:
No Response

Leave a reply "Pekerja Kasar Dari Tiongkok Di Indonesia Bertentangan Dengan Undang-Undang"