Baliho Paslon Bupati Hilang, KPUD Karawang Diminta Tanggung Jawab

Baliho No 2 Raib-1

KTD- Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Toto Suripto meminta agar baliho pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karawang 2015 yang raib atau tak terpasang segera diganti oleh KPU. Pasalnya, kasus tersebut selain merugikan pihak pasangan calon, juga merupakan ranah kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Saya minta dua hari ke depan harus bisa dipasang dan ditertibkan lagi. KPU harus bertanggungjawab dengan hal itu,” ungkapnya, Rabu (16/9).

Toto menyatakan, KPU tentunya tidak harus mencari dalih atau alasan apapun untuk penggantian baliho tersebut. Harusnya, kata dia, KPU sejak awal harus mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, apalagi anggaran pengadaan Alat Peraga Kampanye sangat cukup untuk itu. “Tidak ada alasan tidak mengganti. Anggaran ada dan itu juga tanggungjawabnya. Harusnya sejak awal hal itu harus diantisipasi dalam perencanaan dong,” imbuhnya.

Dirinya juga mengaku merasa dirugikan dengan raibnya baliho paslon yang didukungnya, yakni Marjuki-Miing yang berada di jl. R Suprapto, sebelah utara Kodim 0604 Karawang. Baginya, kejadian itu mengakibatkan hilangnya kesempatan waktu sosialisasi paslon nomer 2. “Kalau yang lain terpasang sudah lima hari, ini untuk Marjuki-Miing karena hilang, tentu berkurang tayangannya. KPU harus adil dan segera mensikapi,” imbuh Ketua DPRD Karawang ini.

Hal tak jauh beda disampaikan Sekretaris DPC Partai Gerindra, Endang Sodikin. Dirinya mengaku kecewa dengan kinerja KPU dan perangkat jajarannya. Pasalnya, baliho paslon Saan Mustopa-Iman Sumantri juga mengalami nasib yang tak jauh beda. “Tolong KPU atau PPK jangan hanya memasang saja. Lihat itu di Majalaya, masa baliho kelima paslon terpasang, tapi untuk paslon nomer 6, Saiman gak terpasang dan dibiarkan dibawah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Risza Affiat mengaku belum bisa mengganti baliho yang raib. Pasalnya, pengadaan baliho telah sesuai dengan RAB dan jumlah yang tertera dalam proses pengadaan. Sementara, dalam pengadaan tersebut, kata dia, tidak dianggarkan untuk jumlah tambahan. “Kami masih mencari solusi bagaimana mengganti baliho yang hilang itu. Karena memang tidak ada stok, dan telah sesuai dengan jumlah pengadaan,” ujarnya.

Dirinya tidak mengelak kalau saat hearing dengan Komisi A DPRD setempat beberapa waktu lalu telah menerima saran solusi penggantian. Menurutnya, saran tersebut pun tidak bisa serta merta dilakukan karena terbentur adanya aturan yang harus menjadi landasannya. “Memang sempat disarankan agar diperbolehkan paslon mengganti sendiri balihonya yang hilang. Tapi kan tidak ada dasar hukumnya,” terangnya.

Dirinya mngatakan kasus tersebut masih dikonsultasikannya dengan KPU Provinsi. Sehingga, dirinya juga mengaku belum bisa memberikan jawaban waktu terkait pemasangan kembali baliho yang hilang. “Kita sudah komunikasi dengan provinsi dan KPU Depok yang mengalami kejadian yang sama. Tapi masih belum bisa kita putuskan solusinya,” pungkasnya..(may)

Category: Karawang, PilkadaTags:
No Response

Leave a reply "Baliho Paslon Bupati Hilang, KPUD Karawang Diminta Tanggung Jawab"