Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Warga Kurang Mampu

miskin

Karawang,KTD- Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang tahun 2014 dalam menangani pasien dengan sumber dana Jaminan kesehatan Daerah(Jamkesda), banyak masyarakat dari kalangan menengah ke bawah yang belum mendapatkan haknya menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Hal tersebut jelas sangat disayangkan, sebab merunut dari data yang dimiliki dinkes soal bantuan jaminan bagi masyarakat kurang mampu di Karawang, pos anggaran yang dikeluarkan baik dari pemerintah daerah maupun pusat cukup besar, yaitu Rp. 48,891 Milyar bagi sebanyak 47.936 pasien. Anggaran ini belum lagi ditambah dari anggaran provinsi Rp.52.997 milyar yang diperuntukan khusus warga miskin sebanyak 26.403 pasien.

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapat pelayanan kesehatan. Maka setiap individu, keluarga, dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya, dan negara bertanggungjawab mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk masyarakat miskin dan tidak mampu.

Faktanya, di lapangan banyak dijumpai berbagai kejanggalan dalam memperoleh akses dan layanan kesehatan yang semestinya.Pelayanan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek mulai dari antre panjang yang kurang kondusif, kerumitan dalam mengurus syarat-syarat administrasi. Sampai ada yang tega jadi calo dalam pengurusan pelayanan kesehatan gratis. Warga miskin kerap dijadikan lahan bisnis untuk beberapa oknum.

Bahkan sejumlah penolakan yang dilakukan beberapa rumah sakit besar kepada warga kurang mampu pun masih sering terjadi. Selain itu, adanya permintaan uang muka sebagai syarat masuk perawatan hingga pungutan-pungutan liar untuk memperoleh kartu berobat gratis berkualitas baik. Namun itu belum cukup meringankan penderitaan warga kecil mestinya mendapatkan hal itu dengan cara gratis.

Salah satu warga, Nengsih mengaku selama lebih 15 tahun tinggal di Karawang, dirinya tidak pernah mendapatkan layanan kesehatan dalam bentuk jamkesda. Warga yang tinggal di kelurahan Karangpawitan ini harus berjibaku memenuhi kehidupanya sendiri dan keluarganya dengan mengandalkan penghasilanya sebagai seorang pemulung.

Bagi Ningsih yang saat ini masih terbaring sakit, dirinya berharap  ada kebijakan Pemerintah yang dapat meringankan beban hidupnya. Karena akibat dari ketidaktahuanya soal layanan kesehatan yang digulirkan oleh pemerintah, ia selalu dihantui rasa was-was saat timbul niat ingin memeriksakan kesehatanya. Dirinya mengaku tidak berani berobat apalagi pergi ke rumah sakit. Tak sedikit tetangga atau rekan seprofesinya seringkali dipersulit saat menuntut haknya dalam mendapatkan layanan kesehatan.

Pelayanan rumah sakit yang hangat dan tulus sangat dibutuhkan warga kecil untuk menikmati kesehatan. Untuk itu, pemerintah harus lebih tegas dalam mengawasi rumah sakit yang bisa menampung pasien miskin melalui peraturan pemerintah.

Nengsih adalah salah satu cerita dari ratusan warga miskin yang terkena dampak dari ketidakseriusan dalam kebijakan Pemerintah di bidang kesehatan.

"Saya ingin Pemerintah memerhatikan ketidakmampuan saya dalam melakukan pengobatan ke rumah sakit maupun yang lainnya," harap Ningsih. (May/Panji)

Category: Karawang, Kesehatan, Pelayanan Publik

No Response

Leave a reply "Buruknya Layanan Kesehatan Bagi Warga Kurang Mampu"