Alumni SMAN Negeri Favorit Karawang Ini Sekarang Jadi PSK (1)

FOTO PSK

Karawang, KTD- Kurangnya perhatian orang tua, pola hidup bebas, konsumerisme ditambah alat bantu teknologi berupa telpon genggam (HP) yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup menjadi pemicu prostitusi remaja semakin meningkat. Motif balas dendam, nonton blue film (BF), atau sakit hati oleh mantan pacar merupakan beribu macam alasan klise yang sering diucapkan oleh mereka yang kebanyakan masih berstatus sebagai pelajar sekolah ini.

Miris memang, namun lepas dari semua itu, kenyataannya gejala tersebut semakin meluas. Banyak kasus membuktikan pergaulan bebas menjurus seks bebas semakin terang-­terangan. Seperti yang diceritakan Adinda (bukan nama sebenarnya) saat berhasil diwawancarai secara ekslusive karawangtoday.com, Rabu malam (28/10) disalah satu tempat karaoke kenamaan di Karawang.

Adinda (17) tercatat sebagai alumni salah satu sekolah negeri favorit Karawang asal Rengasdengklok ini mengaku terpaksa bekerja sebagai pemandu lagu (PL) karena harus menafkahi kebutuhan pribadi dan keluarganya di kampung halaman. Ayah Adinda bekerja sebagai kuli bangunan. Sedangkan ibunya sehari-hari mengurus rumah. Adinda bekerja tidak hanya di satu karaoke saja, melainkan bisa berpindah-pindah tempat. Bergantung tamu yang memesanya. Adinda mengaku pekerjaanya tersebut  digelutinya sejak duduk di kelas 11 atas ajakan teman satu sekolahnya.  Pekerjaan yang dilakukan hanya berawal dari iseng-iseng ini, akhirnya menjadi pekerjaan tetap demi menjaga gengi dan memenuhi  kebutuhanya sendiri serta keluarganya.

“"Aku kumpulkan tips dari tamu. Kalau terkumpul, baru aku kirim ke orang tua. Untungnya mereka tidak curiga darimana aku ini dapat uang. Mereka hanya tahu kalo aku bekerja di cafe. Itu saja," kata Adinda.

Di usia yang tergolong kencur, Adinda sudah mengantongi uang lumayan banyak.  Kadang kalau tempat karaoke penuh, satu pemandu bisa sampai dibooking berjam-jam. Tidak sedikit tamu yang mengajak lebih hanya sekedar bernyanyi bersama, melainkan bisa berlanjut ke tempat tidur.

Untuk urusan booking out, Adinda tidak menolak. Hanya memang dia tidak mau sembarangan menerima tawaran. Adinda ini bisa tergolong berani. Dia memberikan nomor ponselnya kepada karawangtoday.com bila hendak mengajak kencan.

"Jangan sampai tahu mami (germo). Nanti saya dapatnya sedikit. Potongan booking fee mami gede banget. Contohnya, kalau dia buka Rp 1,5 juta, aku cuma dapat separohnya," ungkapnya. Karena itu, jarang sekali dia menerima job dari maminya.

Dia mengaku takut menerima booking fee karena maminya bisa marah. Hukuman yang diterima pemandu lagu yang menerima kencan di luar sepengetahuan mami juga tidak main-main. "Saya bisa dipecat dari sini kalau tidak lewat mami. Saya kan terikat kontrak," akunya. (Panji Mayza Perdana)

 

 

 

Category: Karawang
No Response

Leave a reply "Alumni SMAN Negeri Favorit Karawang Ini Sekarang Jadi PSK (1)"