Nelayan Enggan Jadi Petani Garam

0 1105

nelayan

Karawang,KTD- Kabupaten Karawang memiliki potensi besar menjadi sentra industri garam di Indonesia. Akan tetapi, potensi tersebut belum mampu digarap dengan maksimal karena warga yang tinggal di pesisir enggan menjadi petani garam."Saat ini masih sedikit  yang mau menjadi petani garam. Padahal potensinya sangat tinggi," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Sari Nurmiasih.

Dikatakannya, Karawang memiliki panjang pantai yang sangat luas. Sehingga memiliki potensi jika dikembangkan menjadi wilayah penghasil garam. Hanya saja karena profesi petani garam kurang diminati sehingga belum bisa di gali maksimal. Masyarakat enggan menjadi petani garam karena harga garam masih murah.
Karena harga yang relatif masih murah, menjadikan petani menjadi enggan mengolah lahan mereka menjadi tambak garam. "Kalau sekarangkan harga perkilonya baru Rp500 jadi petani enggan," jelasnya.

Untuk itu, ia berharap dengan banyaknya bantuan dari pemerintah baik daerah maupun pusat dapat merubah para nelayan menjadikan lahan mereka menjadi tambak garam. Mengingat konsumsi garam di Karawang baik untuk industri dan rumah tangga jumlahnya relatif sangat besar.
"Saat ini kita baru bisa memproduksi 13 ribu ton garam. Sedangkan kebutuhan garam kita sebanyak 50 ribu ton," katanya.

Dengan potensi tersebut, ia anggap menjadi peluang yang baik untuk petani garam di Karawang. Selain itu, hal tersebut menjadi peluang bagi petani yang belum menjadi petani garam.
Salah satu petani garam asal Pakis Jaya, Tari mengatakan, saat ini masih banyak petani yang belum mau memanfaatkan lahan tambaknya menjadi tambak garam. Karena memang harga garam masih relatif sangat murah. Selain itu, tidak adanya jaminan dari pemerintah menjadikan petani enggan menggarap tambak mereka menjadi tambak garam. "Kalau sekarang masih banyak yang berpikir dari pada dijadikan tambak garam. Mending dipake tambak ikan," katanya.

Dikatakannya, dalam setiap petak tambak garam hanya mampu menghasilkan 400 kilo garam. Angka tersebut jika dirupiahkan masih relatif sangat kecil. Sehingga petani menjadi berpikir ulang.
"Kalau harganya tinggi. Saya yakin akan banyak yang mau menjadi petani garam,"pungkasnya.(May)

Category: Karawang
No Response

Leave a reply "Nelayan Enggan Jadi Petani Garam"