Kekayaan Cellica Naik 17 Kali Lipat, Yanto :” Perlu Ada Pemeriksaan dari KPK”

YANTO

Karawang,KTD-Penyampaian Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pasangan calon (paslon)  peserta Pilkada Karawang di kantor KPU setempat, pada Jumat (27/11) menyisakan beberapa pertanyaan. Salah satunya seperti dikatakan Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Daerah(Bappda) Partai Gerindra Yanto SH yang merasa tidak yakin  dr.Cellica Nurrachadiana memiliki harta kekayaan yang begitu melimpah.


Tentu sangat dimaklumi. Pasalnya, Cellica yang notabene sebagai calon incumbent (petahana), awalnya dikenal hanyalah seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, bukan pengusaha.Namun, berdasarkan catatan media lokal (Radar Karawang) kemarin menyatakan bahwa harta terakhir Cellica tersebut kenaikan terbilang sangat fantastis. Dimana pada  LHKPN  Cellica saat mendampingi Ade Swara mencalonkan diri sebagai wakil bupati lima tahun silam (2010) tercatat hanya Rp.2,200.000.000, tapi hasil LHKPN terakhir tanggal 26 Juli 2015 terbilang Rp. 37,993,410,640. Dimedia tersebut, menyebutkan kenaikannya 17 kali lipat.

"Hal itu menjadi pertanyaan besar tentunya .Untuk itu, kami meminta, lembaga penegak hukum dan peradilan termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan penyelidikan terhadap progres penambahan harta kekayaan secara faktua.Bisa jadi, ada salah tafsir. Misalnya, ada tanah yang dulunya dibeli dengan 500juta, tapi selama lima tahun dihitung 10 miliar, hanya gara-gara di tanah tersebut ada akses jalan baru,"bebernya.

Tapi, naiknya angka dari kekayaan yang dimiliki Cellica itu terlalu signifikan. "Ini yang harus diperhatikan secara faktual. Prinsipnya, untuk kualitas penambahan harta kekayaan pejabat yang signifikan tidak asal diumumkan ke publik terlebih dahulu, kecuali memang KPK mempunyai indikasi penambahan harta kekayaan itu ada dugaan terjadinya tindak pidana,"cetusnya.

Menurut UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan bebas dari KKN, pejabatan negara yang masih menjabat dan sudah tidak menjabat, wajib melaporkan harta kekayaan.

"Jadi logikanya, kalau yang sudah tidak menjabat aja harus lapor, sekarang ini kan masih menjabat, tentunya harus ada progress. Jangan sampai, tahu-tahu lima tahun terakhir menjadi fantastis. Ada apa ini," ujar Yanto makin penasaran.

Dia menegaskan hal ini harus ada penelusuran, apakah penambahan yang terbilang fantastis ini, didapat dari memperkaya dan atau menguntungkan diri sendiri. Karena, kalau ada indikasi memperkaya diri sendiri, pasti ada dua unsur kemungkinan.

Kekayaan yang didapat Cellica saat ini, tegas Yanto, jangan sampai ada indikasi melawan hukum yang betujuan untuk memperkaya diri sendiri, atau orang lain sehingga merugikan keuangan negara. Menurut yang tertera dalam  UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) jelas  mengartikan bahwa “memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi” dapat dikaitkan dengan Pasal 37A ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 yang merupakan perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 ".(May)

Category: Karawang, Plt Cellica, Politik
No Response

Leave a reply "Kekayaan Cellica Naik 17 Kali Lipat, Yanto :” Perlu Ada Pemeriksaan dari KPK”"