Karawang Diteror Penjahat Lintas Provinsi

 

begal aksi

Kepala Polisi Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar, Andy Mochammad Dicki Pastika Gading angkat bicara dengan maraknya kasus perampokan dan pembunuhan di Karawang sejak akhir 2015 sampai Minggu kedua Januari 2016. Ia mengatakan Karawang merupakan daerah yang menggiurkan bagi para perampok, begal dan pelaku kejahatan.

"Karawang ini kan daerah penyangga Ibukota. Perekonomianya sedang berkembang. Wilayahnya luas dan banyak tempat terpencil," ungkap Dicky,Senin(18/1).

Ia mencatat, sejak minggu terakhir tahun 2015 sampai awal 2016, banyak terjadi perampokan dan pembunuhan. "Pernah dalam suatu hari, 3 perampokan terjadi dalam waktu 24 jam," kata dia.

Dicky menyebutkan, kebanyakan pelaku begal di Karawang berasal dari wilayah lain. Ia mengatakan berdasarkan pengakuan beberapa begal yang ditangkap, komplotan mereka berasal dari provinsi lain. "Mereka meneror dan menyebar, daerah pinggiran Ibu Kota, seperti Karawang,Bekasi, Bogor, Subang,"ujarnya.

Ia mencontohkan penyitaan 4 pucuk revolver dari tangan begal Lampung. Senjata api tersebut, menurut Dicky digunakan untuk aksi begal yang meresahkan 3 wilayah, yakni Karawang, Bekasi dan Purwakarta. Tercatat komplotan Lampung pernah beraksi di Karawang sebanyak 7 kali. "Polisi bahkan terpaksa menembak mati karena tersangka mencoba melawan petugas," katanya.

Untuk melakukan pencegahan kejahatan, Kapolres mengatakan bahwa muspida Pemerintah Daerah Karawang sepakat untuk mememonitor warga yang baru datang ke karawang. Operasi Yustisi akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. "Kalau warga baru itu tidak kooperatif. Haus segera dilaporkan. Kita harus awasi dan tanyai mereka," tegas dia.

Ia beranggapan, orang baru yang memasuki Karawang harus dicegat masuk,dipastikan dan didata. "Jangan sepelekan pemeriksaan KTP. Ketika didatangi aparat untuk memeriksa, hal itu bisa membuat pelaku kejahatan tidak nyaman dan merasa terawasi. Bila pengawasan ketat, para rampok akan berfikir untuk tidak main di Karawang," ucap Dicky.

Ia menargetkan, operasi yustisi itu harus menyisir seluruh Karawang. Dicky mengatakan, Penjabat Bupati Karawang, Deddi Mulyadi telah memberikan arahan jika Rt, Rw linmas dan Babinkamtibmas harus pro aktif melakukan pendataan terhadap orang-orang baru.  "Selain menyerahkan fotokopi ktp dan kk, pendatang harus menunjukkan ktp asli.Ktp model lama sudah mulai tidak ada. Harus menunjukkan e ktp. Apalagi,saat ini bikin ktp kan semakin sulit," tutupnya.(May)

Category: Hukrim, Karawang
No Response

Leave a reply "Karawang Diteror Penjahat Lintas Provinsi"