Menakar Potensi Pariwisata Karawang, Hasilkan PAD Besar Tapi Terganjal Perda

 

arkeolog

Karawang,KTD- Geliat sektor pariwisata kini menjadi prospek Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hanya saja, niat baik tersebut terganjal peraturan daerah (perda). Potensi wisata Karawang dipastikan akan dapat memberikan sumbangsih besar terhadap PAD. Sayangnya, belum semua potensi tersebut tergali. Selain terganjal aturan, penggenjotan potensi wisata juga terkendala infrastruktur yang tidak memadai.

"Eksekutif sudah mengawali pembenahan. Kami (disbudpar) juga sudah mulai beberapa tahapan. Intinya pembangunan pariwisata di tahun  2016 sudah jelas,"ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang, Okih Hermawan, saat mendampingi Komisi C dan D DPRD Karawang inspeksi mendadak (sidak) di Kampung Budaya, Jumat (29/1).

Pihaknya, juga mengaku telah melakukan penelusuran terkait pungutan liar di sejumlah tempat wisata. Menurutnya, hal tersebut dilakukan oleh pemuda setempat namun hanya suatu waktu saja. "Sebab, saat kami melakukan penelusuran alhamdulillah tidak ada,"ucapnya.

Hanya saja, kata dia, pengelolaan pariwisata termasuk soal retribusi belum mempunyai payung hukum. Sehingga, pihaknya belum bisa mengambil tindakan secara tegas.

"Payung hukum masih dalam proses. Jika orang berpikir pengelolaan pariwisata oleh kami seperti itu ya kami maklumi. Perdanya belum jadi mau apa lagi,"terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang, Ajang Sopandi, mengatakan dalam waktu dekat legislatif akan membuat perda tentang kepariwisataan. Pasalnya, para wakil rakyat itu mengaku serius menggenjot PAD dari sektor pariwisata. Terlebih, Karawang dipandang mempunyai potensi wisata dari berbagai sektor, seperti laut, pantai, curug, candi, gunung, dan perhotelan.

"Kalau daerah lain yang hanya mempunyai hotel dan pantai saja bisa PAD-nya besar, kenapa kita tidak. Potensi kita lebih banyak,"tandas politisi asal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, saat melakukan sidak ke Kampung Budaya (Kambud) Karawang, Kamis (28/01).

Oleh karena itu, pihaknya bermaksud menanyakan sejauh mana pembenahan sektor wisata."Apa perlu kita menganggarkan lagi untuk sektor wisata, meskipun memang kemarin ada pendanaan dari provinsi,"ucapnya.

Menurutnya, untuk memaksimalkan promo wisata perlu memperhatikan segi bangunan dan publikasi media. "Bangunan harus melambangkan ciri khas Karawang. Sedangkan media berperan mempubliksikan atau sebagai sarana promosi. Yang terpenting ialah bagaimana menarik perhatian pengunjung,"tandasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Karawang, Dedi Rustandi, menegaskan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan mengenai pembenahan infrastruktur jalan. "Kebetulan sektor infrastuktur  dan pariwisata sama-sama bidang kami. Dan pada saat rapat evaluasi sudah kami bahas,"tandasnya.(May)

Category: Budaya, Budpar, Karawang, Pariwisata
No Response

Leave a reply "Menakar Potensi Pariwisata Karawang, Hasilkan PAD Besar Tapi Terganjal Perda"