wartawan

Karawang,KTD- Dalam rangka  memperingati hari pers nasional (HPN) 2016 puluhan wartawan menggelar aksi simpatik di bunderan jalan Tuparev. Dalam  aksi simpatik ini  dilakukan dengan membagikan stiker dan  sejumlah koran terbitan lokal maupun nasional kepada sejumlah pengemudi kendaraan  yang melintas.

Aksi yang tidak di awasi pihak kepolisian ini  berlangsung tertib, dan bahkan tanpa ada pengawalan petugas kepolisian yang biasa mengawal aksi demo.

”Memang ini bukan aksi demo kita hanya melakukan kampanye simpatik kepada masyarakat Karawang agar mereka lebih mengenal tentang kehidupan wartawan yang sesungguhnya. Selama ini kita tidak memungkiri ada image kurang bagus tentang wartawan karena masih ada oknum yang memanfaatkan profesi wartawan untuk maksud tertentu,” kata kordinasi aksi, Rosman Ochim.

Aksi simpatik ini dimulai pukul 08.00 pagi yang diawali dengan penandatanganan poster yang mendukung  “Stop Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan” . Puluhan wartawan  secara bergiliran menandatangani kain putih berbentuk spanduk. Tak hanya itu, masyarakat yang  melintas sepanjang jalan Tuparev  juga turut berpartisipasi melakukan penandatangan.

Usai melakukan penandatanganan puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik turun kejalan membagikan stiker  yang bertuliskan “Stop Kekerasan Terhadap Pers”.Sejumlah mobil  yang melintas berhentidan ditempeli stiker di kacar mobil. Pengendara mobil juga diberikan Koran terbitan lokal dan nasional saat penempelan stiker.

Sementara itu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) CabangKarawang, Oland Sibarani mengatakan HPN tahun ini harus dijadikan momentumuntuk melawan setiap bentuk premanisme terhadap wartawan.  Kehidupan wartawan sebagai pencari beritasaat ini masih tetap rawan menjadi korban premanisme. Oleh karena itu HPN tahunini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan solidaritas sesame wartawan.

“Kalauwartawan bersatu kita semakin kuat untuk melawan premanisme apapun bentuknya.Namun kalau untuk Karawang saya kira aksi premanisme belum terlalu mengkhawatirkan,” katanya.

Menurut Oland, wartawan juga jangan hanya memikirkan akibat dari pemberitaan yang dibuat oleh wartawan.  Yang lebih penting lagi wartawan harus bisa meningkatkan komptensinya sehingga kualitas pemberitaan semakin bermutu. Denganadanya kompetensi,  wartawan mampu bersaing  menghadapi tantangan yang semakin tinggi.

“Kedepan nanti wartawan yang memiliki kompetensi yang akan memenangkan persaingan.Makanya program PWI ke depan yaitu meningkatkan kemampuan jurnalis anggotanya  melalui uji kompetnsi,” tutupnya.(May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here