DPRD Sidak Sekolah Ambruk, Minta Disdik Panggil Pihak Pemborong

 

 

ambruk

Karawang, KTD- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang akan memanggil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan DInas Cipta Karya (DCK) setempat terkait robohnya dua kelas SMP N 1 Telukjambe Timur. Para wakil rakyat itu meminta DCK segera mereview semua kegiatan yang dilakukan pihak swasta baik yang bersumber dari dana APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Kami akan memanggil dinas terkait dan pemborongnya. Bila perlu hari ini kita panggil,"ujar Sekretaris Komisi C DPRD Setempat, Suryana saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak), DCK, dan disdikpora, Kamis (10/03).

Suryana meminta dispdikpora mendesak pihak ketiga agar bertanggungjawab. "Kita beri waktu seminggu agar atap baja ringan terpasang kembali. Kalau dalam waktu seminggu tidak ada niatan dari pihak ketiga, sekolah melapor saja,"tandasnya.

Menurutnya, dalam SPK terdapat klausul  bangunan yang menggunakan atap baja ringan ada garansi selama 10 tahun. "Sehingga, pihak ketiga harus menunjukan itikad baiknya. Sebab kasus serupa pernah terjadi di SMK N 1 Karawang,"ucapnya.

Meskipun DCK tidak terlibat dalam pembangunan ruang kelas tersebut, kata dia, sebagai dinas teknis tetap harus melakukan pengawasan. "Kami meminta DCK mereview semua kegiatan yang dilakukan pihak ketiga,"ucapnya.

Ia menduga robohnya atap tersebut karena ada spek bangunan yang tidak sesuai. Terlebih, genteng yang dgunakan bukan pasangan atap baja ringan. "Karena bukan pasangannya jadi terlalu berat. Terlebih saat musim hujan berat genteng bertambah,"katanya.

Ketua Komisi C DPRD Karawang, Natala Sumedha, mengatakan secara moral pihak ketiga atau pemborong harus bertanggungjawab membangun kembali atap ruang kelas yang roboh. "Saat kejadian di SMK N 1 Karawang, dua hari kemudian sudah ada itikad baik dari pemborong. Jadi kami minta pemborong harus membangun kembali tanpa menggunakan uang APBD,"tambahnya.

Sementara itu, pengawas DCK setempat, U Mulyana Tanu, mengatakan,  pengawasan dilakukan oleh konsultan dari pihak ketiga. Pasalnya, ruang kelas tersebut dibangun dengan menggunakan DAK. "Dulu DCK belum dilibatkan dalam pembangunan,"katanya.

Diketahui, pengerjaan ruang kelas tersebut dilakukan CV  Djaya & Co yang beralamat di Jalam Anjun Tambakbaya Nomor 1 Karawang dengan angaran sekitar Rp 235 juta. Proyek tersebut di lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) tanggap 2 Oktober 2012 dan dibangun 2013. (May)

 

Category: DPRD KARAWANG, Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "DPRD Sidak Sekolah Ambruk, Minta Disdik Panggil Pihak Pemborong"