Wabup Ancam Sidak Perusahaan, Evaluasi CSR Tidak Tepat Sasaran

WABUP
Karawang, KTD- Wakil Bupati (Wabup) Karawang, Akhmad Jamakshari (Jimmy) menyatakan siap mendatangi seluruh perusahaan di Karawang untuk memastikan keberadaan hasil sumbangan Coorporate Sosial Responsibilty (CSR) selama ini.
“Kalaupun tidak diundang, saya yang akan datangi sendiri. Kalau masih tidak ada tanggapan, saya rela menginap di pabrik sampai pihak perusahaan merespon,” ujar Jimmy saat melakukan kunjungan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang belum lama ini
Jimmy mengaku geram dengan para pengusaha yang pelit menyumbangkan CSR nya. Ia ingin para pengusaha yang berinvestasi di Karawang turut serta saling memberikan perubahan kesejahteraan seluruh masyarakat di segala bidang.
“Pokoknya pengusaha-pengusaha harus siap capek berhadapan dengan saya,” ucapnya.
Ia menjelaskan, saat masih menjabat sebagai anggota DPRD Karawang, sering mendapati para pengusaha yang  berkilah saat ditanya mengenai persoalan CSR. Padahal yang ia ketahui selama ini, realisasi CSR digunakan hanya untuk pembiayaan kegiatan perayaan agustusan di daerah yang dekat dengan wilayah perusahaan bersangkutan.
Menurutnya, itu bukan merupakan sumbangan CSR, melainkan hanya sebatas bantuan dari perusahaan sebagai dukungan kegiatan masyarakat saja, tidak seperti yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan No. 40 tahun 2007 terkait CSR dan Perseroan Terbatas (PT).
Jimmy menyatakan, persoalan CSR merupakan isu krusial yang menjadi prioritas utama pemerintahanya. Karena selama ini, pemberian CSR oleh perusahaan dianggap tidak tepat sasaran. Ke depan, kata Jimmy, Ia dan Bupati akan melakukan sidak dalam upaya mengevaluasi hal tersebut.
Untuk itu, Ia meminta seluruh perusahaan di Karawang tidak main-main merealisasikan sumbangan CSR, khususnya di bidang pendidikan karena melihat kondisi sekolah-sekolah di Karawang yang secara infrastruktur masih perlu banyak perbaikan. (Myz)
Category: Karawang, Wakil Bupati Karawang
No Response

Leave a reply "Wabup Ancam Sidak Perusahaan, Evaluasi CSR Tidak Tepat Sasaran"