Pemkab Anggarkan 20 Milyar Untuk Sektor Pariwisata

walahar

Karawang, KTD- Masjid-masjid besar yang ada di Kabupaten Karawang diharapkan bisa menjadi sebaik Masjid Raya Bandung. Pasalnya, saat ini dana sebesar Rp 20 miliar lebih telah disiapkan dari APBD Kabupaten Karawang untuk sektor pariwisata.

Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto mengtakan, Masjid-masjid tersebut nantinya bisa dijadikan objek wisata, meski banyak objek wisata lain di Kabupaten Karawang, wisata religi bisa dijadikan alternatif para wisatawan domestik maupun mancanegara, karena masyarakat asli Karawang terkenal dengan masyarakat yang religius.

"Kita punya Masjid Raya Karawang, lalu Masjid Tempuran yang jamaahnya banyak belum lagi Masjid dimakamkannya Syeikh Quro, dengan penataan yang baik masjid-masjid tersebut bisa dijadikan sarana tujuan pariwisata di Karawang," kata Toto belum lama ini.

Dikatakan Toto, Masjid-masjid di Karawang ini nantinya akan dibangun ulang, atau dipugar atau bahkan diperbesar, dengan taman-taman yang indah di dalamnya, sehingga diharapkan akan membuat betah para pengunjung ataupun yang mau ibadah di masjid tersebut.

Selain itu, kata Toto, masjid-masjid ini sebenarnya sudah memiliki jadwal rutin pengajian dengan jamaah yang mencapai ratusan bahkan ribuan. Namun jadwal pengajiannya hanya berlangsung dihari-hari tertentu saja.

"Misal untuk Masjid Raya, jadwalnya hanya malam Jumat saja, atau Masjid yang berada di makam Syeh Quro Pulo Klaapa yang hanya ada dimalam Sabtu saja, nantinya dengan penataan atau pemugaran diharapkan masjid-masjid tersebut bisa ramai dikunjungi setiap hari," ungkapnya.

Toto menjelaskna, kegiatan-kegiatan keagamaan akan diadakan sesering mungkin, hal ini untuk menarik minat wisatawan, misal dengan pengadaan ceramah atau kegiatan doa bersama.

"Fasilitas pendukungnya pun akan diutamakan terlebih dahulu, banyak masjid-masjid besar, dengan jalur jalan yang rusak, kalau rusak kan pengunjung jadi malas untuk menuju masjidnya," terangnya.

Sementara Sekretaris DPRD Kabupaten Karawang, Agus Mulyana menambahkan, sebenarnya dana sebanyak Rp 20 miliar lebih tersebut dirasakan tidak cukup, sehingga perlu tambahan dari beberapa sumber.

"Di Karawang ini kan banyak sekali perusahaan, nah nantinya perusahaan tersebut bisa menggunakan dana CSR nya, karena biasanya dana CSR ini justru diberikan ke warga sekitar, tetapi untuk pemerintah langsung tidak ada," ujarnya.

Agus menjelaskan, Kabupaten Karawang bisa juga meminta bantuan pihak Provinsi atau Pusat, karena dengan begitu bisa memaksimalkan anggaran untuk pembangunan wisata religi ini.

Selain itu kata dia, selain wisata religi, wisata lainnya pun bisa dikembangkan, namun yang disayangkan berbagai tempat wisata ini tidak dikelola oleh Pemkab Karawang secara langsung.

"Misalkan Curug Cigentis, ini kan dikelola oleh Perhutani, sehingga Pemkab tidak kebagian PAD nya, padahal kan wilayahnya ada di Kabupaten Karawang," jelasnya.

Agus berharap, dengan peningkatan mutu pariwisata di Kabupaten Karawang yang difokuskan pada wisata religi ini, bisa meningkatkan PAD Kabupaten Karawang.

"Saya harap bisa seperti Kota Bandung lah, kita PAD nya baru mencapai Rp 961 miliar, diharapkan bisa dapat Rp 1 triliun lebih, saya kasihan dengan Karawang ini, perusahaan besar banyak, tapi PAD nya tidak maksimal," harapnya.(Myz)

Category: Budaya, Karawang, Pariwisata
No Response

Leave a reply "Pemkab Anggarkan 20 Milyar Untuk Sektor Pariwisata"