Peringati Hari Air se Dunia, Ekskul Bara Rimba Arungi Sungai Sedari

Karawang, KTD- Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Rengasdengklok yang tergabung dalam penggiat alam Bara Rimba melakukan penyusuran Sungai Sadari sejauh 22,7 KM dari Pacing Siphon Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok menuju Muara Sadari Desa Sadari Kecamatan Cibuaya.
Team Expedisi Pengarungan Bara Rimba selain mengarungi Sungai Sadari juga melaksanakan pengamatan Biotilik, sebuah tehnik pemantauan lingkungan menggunakan indikator biota berupa makroinvertebrata bentos, misalnya serangga air, kepiting, udang, siput dan cacing. Dari 11 titik pengamatan Biotilik telah ditemukan 15 famili biota yang masuk jenis Non EPT dengan jumlah individu 149 individu. “Dengan penghitungan skor melalui tehnik Biotilik disimpulkan bahwa sungai Sadari merupakan salah satu sungai berjenis tercemar sedang,” ungkap Manajer Expedisi Pengarungan, Erman kemarin.
Erman mengatakan, expedisi pengarungan adalah media pembelajaran lapangan untuk anggota-anggota muda Bara Rimba dalam menyelesaikan program Penyusuran Wajib. Expedisi Pengarungan sendiri di ikuti oleh 11 anggota muda Bara Rimba yang terdiri dari 4 anggota putri dan 7 anggota putra. “Pelaksanaan Expedisi Pengarungan sendiri dilaksanakan 3 hari dari tanggal 24 sampai 26 maret 2016, dengan menggunakan 3 media penyusuran yaitu berjalan kaki, mendayung perahu karet dan menggunakan perahu nelayan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaannya, Erman menyebutkan pengarungan selama 3 hari tersebut pihaknya harus melewati  4 kecamatan yakni Kecamatan Rengasdengklok, Jayakerta, Tirtajaya dan Cibuaya) dengan melalui lebih dari 15 kilometer persawahan serta 7,5 kilometer tambak dan melewati 5 perkampungan yaitu Kampung Bengle di Desa Dewisari, Kampung Citopeng di Desa Kutamakmur, Kampung Ciwaru di Desa Srikamulyan, Kampung Neglasari dan Tirtasari di Desa Sadari.
Sementara itu, penanggung jawab observasi lapangan Bara Rimba, Salsabila Azzahra mengatakan, beberapa penyebab Sungai Sadari tercemar sedang dan kurang sehat secara habitat di duga akibat penggunaan pestisida yang dilakukan secara besar-besaran oleh para petani dan limbah rumah tangga dari perkampungan disekitar Sungai Sadari.
“Sungai Sadari jangan sampai dilupakan, namun harus kembali dibangkitkan kesadaran bahwa sungai adalah sumber kehidupan,” terangnya.
Menurut dia, fungsi baru dari Sungai Sadari ini telah menjadikan dirinya terlupakan dan terdegradasikan. Padahal dahulu ketika badan Sungai Sadari masih lebar, Sungai Sadari menjadi sarana transportasi perahu-perahu yang mengangkut manusia dan kebutuhan pokok dari kampung ke kampung yang dilewati badan Sungai Sadari.
“Selain itu juga sebagai salah satu fungsi sumber kehidupan masyarakat setempat dengan potensinya beberapa sumber ikan dan kerang,” pungkasnya.(Myz)sungai
Category: Karawang, Peristiwa
No Response

Leave a reply "Peringati Hari Air se Dunia, Ekskul Bara Rimba Arungi Sungai Sedari"