Hari Tanoe : Masyarakat Indonesia Belum Siap Hadapi Pasar Bebas

HT

Karawang, KTD- Ketua DPP Partai Perindo, Hari Tanoesoedibjo menyatakan 70 persen masyarakat Indonesia belum siap menghadapi persaingan pasar bebas atau MEA. Penyebabnya karena selama ini, belum ada keberpihakan Pemerintah Pusat terhadap masyarakat ekonomi lemah.

“Adanya pasar bebas yang saat ini digaungkan, justru akan lebih memperburuk kondisi masyarakat ekonomi lemah,” ucap Hari di acara pelantikan 502 pengurus Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta di area pertanian sawah, Kampung Lemah Subur, Kecamatan Tempuran, Senin (30/5).

Hari bahkan menyebut, meski sudah 70 tahun Indonesia merdeka, tetapi negara ini belum makmur. Pergeseran orientasi orde lama ke orde baru hingga reformasi saat ini, hanya menggeser ekonomi negara Indonesia menjadi negara liberal.

"Negara kita belum makmur, posisi kesejahteraan kita masih di 30 persen dari batas minimum negara maju, ini masih rendah," kata dia.

Meski bangsa ini menunggu 10 hingga 20 tahun lagi, kata HT sapaan akrab Hari Tanoe, belum tentu sejahtera, selama konsep pembangunan negara tidak diubah. Indonesia harus menganut ekonomi kerakyatan, sehingga ada kebijakan baik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat, meski kekuatan perekonomian tiap daerah berbeda-beda.

Selain itu, sambungnya, pemerintah harus  memberikan harga murah, perlindungan impor agar harga tidak jatuh, kuncinya ada keberpihakan terhadap ekonomi lemah  Jika tidak ada keberpihakan, maka akan ada perlakuan sama, sehingga yang kecil akan semakin tertindas, akibatnya ekonomi Indonesia hanya dilakukan oleh segelintir orang. (Panji)

Category: Karawang, Politik
No Response

Leave a reply "Hari Tanoe : Masyarakat Indonesia Belum Siap Hadapi Pasar Bebas"