Tak Ada Larangan Bekerja di Karawang, Warga Pendatang Harus Punya Keahlian

 

 

Penumpang KA Matarmaja Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (11/8). Kepala Humas Daerah Operasional I PT Kereta Api Indonesia, Sukendar Mulya, mengatakan puncak arus balik penumpang kereta api di Stasiun Senen terjadi pada hari Minggu 11 Agustus 2013 dengan jumlah penumpang sekitar 9.500 orang yang diangkut dengan 31 kereta. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/nz/13.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi menyatakan, tidak ada larangan bagi siapa pun untuk bekerja di Karawang, termasuk mereka yang mudik dan balik ke Karawang membawa saudara, kerabat atau tetangga. Tapi yang perlu diperhatikan, kata Teddy, mereka memiliki keahlian.

"Kalau gak punya keahlian mending gak usah ke Karawang," ujar Teddy, Kamis (14/7).

Ia melanjutkan, jika pendatang tanpa keahlian datang ke Karawang, ujung-ujungnya pemerintah daerah yang akan terbebani. Karena harus mengatasi persoalan penumpukan pengangguran.

"Kita bukan melarang orang masuk Karawang. Tapi kita menghimbau untuk yang tidak punya keahlian apa-apa, jangan masuk Karawang," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Karawang Yudi Yudiawan mengatakan, akan segera mengambil tindakan atas serbuan pendatang baru di Karawang, dengan melakukan razia yustisi. Hingga kemarin, pihaknya sudah menerima permohonan domisili pendatang baru sebanyak 14 ribu orang.

"Kami akan segera melakukan operasi yustisi secara gabungan dengan Satpol PP, dan pihak terkait," kata Yudi. (Panji)

Category: Karawang, Peristiwa
No Response

Leave a reply "Tak Ada Larangan Bekerja di Karawang, Warga Pendatang Harus Punya Keahlian"