Dicopot dari Kabinet Kerja, Ini Rekam Jejak Anies Baswedan Sebagai Menteri Pendidikan

 

 

Karawang, KTD- Anis Baswedan resmi terdepak dari jajaran kabinet kerja Jokowi-JK dalam reshuffle kabinet yang dilakukan, Rabu (27/6) siang ini. Dicopotnya Anies sebagai Menteri Pendidikan mengundang berbagai macam pertanyaan dari semua pihak. Pasalnya selama menjabat sebagai menteri, Anies dinilai sukses menciptakan banyak gebrakan di dunia pendidikan.

Prof Anies yang memprakarsai Indonesia Mengajar memang mampu membuat gerakan sosial yang massif diberbagai pelosok Indonesia. Selain itu, alokasi anggaran pendidikan terus berkembang. Tahun ini saja, alokasi anggaran mencapai Rp 407 T. Terobosan lain yang juga dilakukan Anies misalnya membaca buku 15 menit pertama untuk pelajar, orang tua diminta mengantar anak di hari pertama sekolah, penghapusan kekerasan dan pemberian tugas MOS yang tidak mendidik dan lainnya. Namun rupanya beberapa kebijakan yang dilakukan tidak cukup dilihat oleh Presiden Joko Widodo sebagai kiprah untuk mewujudkan Nawa Cita.

Artinya yang dilakukan Anies Baswedan meskipun baik namun itu tidak cukup. Pendidikan Indonesia membutuhkan orang-orang yang mampu membuat terobosan yang jelas dan memiliki dampak langsung pada perubahan paradigma pendidikan. Sebut saja hingga saat ini yang namanya pungutan di sekolah masih marak terjadi. Atau misalnya pungutan untuk beli buku, beli seragam, kaos kaki hingga sumbangan pendidikan dengan mudah kita temui di sekolah anak-anak kita.

Masih jamak kita temukan sekolah memungut kepada siswa namun dalihnya sumbangan. Padahal dalam berbagai regulasi seperti PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. Kemudian dalam tata kelola guru, berbagai upaya peningkatan kualitas guru tidak banyak mampu mendorong perbaikan kualitas guru.

Yang paling mendapat perhatian masyarakat yakni dihentikannya implementasi kurikulum 2013. Di sisi masyarakat mempertanyakan pergantian kurikulum yang bakal berkosekuensi tambahan pengeluaran sementara bagi guru perubahan kurikulum menjadi pekerjaan tersendiri. Apalagi berdasar hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG) hanya 40 persen peserta yang lulus diatas angka rata-rata dan hanya ada 25 persen dengan nilai baik. Sisanya sungguh sangat memprihatinkan. Terobosan untuk peningkatan kualitas guru dalam proses pembelajaran juga belum terlihat hasilnya. Justru yang menyeruak di publik malah terkait persoalan kekerasan di sekolah.

Sementara itu penggantinya, Prof Muhajir Effendi baru saja meletakkan jabatannya di UMM. Pria ini memiliki bidang keahlian sosiologi militer. Sepertinya Presiden Joko Widodo cukup berharap pada Muhajir untuk melakukan perubahan yang cukup signifikan bagi pendidikan Indonesia. (Panji)anies)

Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Dicopot dari Kabinet Kerja, Ini Rekam Jejak Anies Baswedan Sebagai Menteri Pendidikan"