Dekat dengan Tempat Prostitusi, Purwasari Darurat HIV/AIDS

hiv

Karawang, KTD- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang menyatakan Kecamatan Purwasari adalah daerah rawan pengidap HIV/AIDS.

"Yang paling tinggi korban dari HIV/AIDS ada di Purwasari, lalu Klari dan Ciampel. Dari rata-rata korban positif HIV/AIDS berprofesi sebagai PSK di wilayah tempat tinggalnya,” ungkap Programer HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Asep Suganda, menggelar sosialisasi pencegahan penularan HIV/AIDS, di Aula PGRI, Minggu (7/8) kemarin.

Asep mengatakan, masyarakat Purwasari yang terkena virus HIV AIDS mayoritas berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), mengingat daerah tersebut memiliki tempat lokalisasi di Desa Darawolong. Maka itu, katanya, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan ke setiap kecamatan khususnya di Kecamatan Ciampel ini, merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadinya penyebaran HIV AIDS masuk kewilayah ini.

"Pada tahun 2015 sudah ada dua warga yang positif karena virus HIV/AIDS di Purwasari, belum yang tertularnya. Kalau Klari dan Ciampel masih terbilang standar dengan jumlah yang baru diketahui sebanyak satu warga," ungkapnya.

Sosialisasi penyakit yang disebabkan hubungan seks dan penyalahgunaan narkoba ini, lanjutnya, merupakan upaya penanganan untuk menangkal penyakit mengerikan tersebut. Dan itu dilakukan dengan menggalakkan sosialisasi pencegahan, agar penyakit itu tidak melebar ke wilayah lain.

Dinkes Karawang belum dapat memastikan jumlah orang yang menghidap HIV AIDS, sehingga belum dapat dipublikasikan secara detail. Dirinya beralasan untuk menjaga privasi para penghidap HIV, yang butuh kenyamanan agar masyarakat sekitarnya tidak mengucilkan pengidap penyakit tersebut.

"Dinkes Karawang sudah menyiapkan sebanyak 16 puskesmas untuk melayani penderita penyakit menular tersebut. Kita himbau juga karena seks bebas itu sangat beresiko, bisa lewat darah dan sperma," pungkasnya. (Panji)

Category: Karawang, Kesehatan
No Response

Leave a reply "Dekat dengan Tempat Prostitusi, Purwasari Darurat HIV/AIDS"