Kongres Sungai Sepakat Bentuk Koalisi Melawan Penambangan Liar

SUNGAI

Karawang, KTD- Perwakilan Aktivis Lima Sungai se-Jawa Barat sepakat membentuk koalisi terhadap penambangan liar. Ketua Pelaksana Kongres Sungai Jawa Barat, Hendro Wibowo mengatakan, saat ini 80 persen sungai di Jawa Barat rusak. Dimana kerusakan tersebut hampir 80 persen diakibatkan oleh manusia dan 20 persen karena alam.

"Tanggung jawab untuk melakukan perbaikan terhadap sungai bukan hanya perusahaan atau pemerintah, akan tetapi komunitas. Pergerakan masyarakat atau komunitas ini pun harus dipengaruhi dengan kebijakan, dan tindakan yang nyata," ujar Hendro di Kampung Budaya, Minggu (7/8).

Hendro menganggap sejauh ini banyaknya lembaga di pemerintahan yang mengurusi sungai, sering terjadi tumpang tindih kebijakan dan tidak terjadi kesepahaman gotong royong antarlembaga, untuk mewujudkan lingkungan yang baik. Padahal, urusan sungai seharusnya bukan hanya berbicara pada badan sungainya saja, melainkan berbicara dari kualitasnya, daerah resapannya dan budaya masyarakatnya. "Pengrusakan sungai bukan hanya pada pencemarannya, melainkan pembabatan hutan dan pertambangan liar," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, tak menampik soal lemahnya kordinasi antarlembaga yang mengurusi sungai. "Koordinasi menjadi masalah kita selama ini," ungkapnya.

Deddy juga berharap dalam kongres sungai Jawa Barat, persatuan gotong royong antarkomunitas mampu menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah, untuk mewujudkan masyarakat cinta sungai.

Selain menghasilkan kesepakatan perlawanan terhadap penambang liar, Kongres Sungai juga membentuk maklumat revolusi sungai Jawa Barat yang ditandatangani oleh perwakilan aktivis lima sungai yakni Citarum, Cisadane, Ciliwung, Citanduy dan Cimanuk-Cisanggarung. (Panji)

 

Category: Peristiwa
No Response

Leave a reply "Kongres Sungai Sepakat Bentuk Koalisi Melawan Penambangan Liar"