Ini Tanggapan Pelajar dan Kepsek di Karawang Mengenai Wacana “Fullday School”

fullday

Karawang, KTD-Wacana “fullday school” yang kabarnya akan diterapkan di Indonesia terus mendapatkan reaksi. Kali ini beberapa pelajar SMA dan Kepala Sekolah (kepsek) di Karawang turut memberikan komentarnya. Fanny Rizki Fadillah, salah satu siswi kelas 12 di SMAN 3 Karawang berpendapat, sistem “fullday school” akan memberikan beban berlebih kepada para pelajar, sehingga ia meyakini, ke depan, akan ada banyak siswa yang stress dan tak mampu menyerap pelajaran.

“Kalau seharian diberikan beban pelajaran, aku rasa dampaknya tidak baik. Kami kan perlu ada keseimbangan. Belajar memang kewajiban, tapi juga perlu refreshing. Contohnya diberikan waktu untuk menuangkan bakat lewat ekstrakulikuler atau aktif mengikuti organisasi,” jelas Fanny saat diwawancarai di sekolahnya, Selasa (16/8) siang.

Senada dengan Fanny, Fitria, pelajar asal SMAN 4 Karawang ini mengatakan, tak akan ada waktu untuk bermain dan akan membuat ia jenuh di sekolah.

"Nggak maulah sekolah sampai jam lima. Capek, mending seperti sekarang aja jam 2," ujar Fitria.

Namun, salah seorang siswa SMAN 2 Telukjambe Timur, Icha Tamara mengaku setuju wacana itu diterapkan jika ada keringanan pelajaran dan tidak menambah beban studinya.

"Soalnya enak belajar di sekolah daripada di rumah, tapi kalau emang beneran pulang jam maunya diringanin tugas-tugas sama ulangannya," ucap Icha.

Sementara Kepala SMPN 1 Karawang Barat, Hj. Cucu Sumaryanti S,Pd. M,Pd optimis wacana “Fullday School” akan dilaksanakan. Namun dengan syarat, menurutnya, sistem tersebut harus dilakukan secara bertahap.

“Ya harus bertahap. Kalau langsung diterapkan tentu banyak yang tidak bisa mengikuti. Wacana ini juga harus lebih dikaji lagi soal kelebihan dan kekuranganya,” kata Hj. Cucu. (Panji)

 

Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Ini Tanggapan Pelajar dan Kepsek di Karawang Mengenai Wacana “Fullday School”"