Sukses Pentaskan Naskah ‘Durjana”, Ebed Sahroni Kagumi Tokoh Mat Kontan

Adegan Mat Kontan (Ebed Sahroni) saat melakukan introgasi kepada Utai (Faizol Yuhri) menanyakan keberadaan Beo kesayanganya.

Utai (Faizol Yuhri) tampak ketakutan saat diintrogasi Mat Kontan (Ebed Sahroni) perihal keberadaan burung Beo kesayanganya.

Karawang, KTD- Mat Kontan kalang kabut setelah mengetahui beo kesayanganya hilang. Istrinya, ijah, terpaksa menjadi bulan-bulanan emosinya. Selain Ijah, Mat Kontan juga mencurigai salah satu tetangganya, Soleman, seorang bujang lapuk sebagai pelaku pembunuhan. Kecurigaan Mat Kontan terhadap Soleman bukan tanpa alasan, sebab, ia menilai Soleman memiliki sikap iri terhadap apa yang ia punyai, harta, kesombongan, istri cantik dan seorang bayi mungil yang ia namai Mat Kontan Kecil. Benar saja, setelah melewati perdebatan panjang di suatu malam yang jahanam, akhirnya Soleman  mengakui jika dirinyalah yang membunuh burung kesayangan Mat Kontan. Mat kontan naik pitam, terjadilah pertarungan sengit antara keduanya.

Penggalan adegan dalam pementasan Teater Sunda “Durjana” adaptasi dari naskah “Malam Jahanam” karya Motinggo Busye yang diselenggarakan oleh Komunitas Seniman Muda (Kosim) Karawang, sukses dilakonkan dua aktor senior Karawang, Ahmad Dede Sahroni (Mat Kontan) dan Mansyur Srisudarso (Soleman), Sabtu (20/8) malam kemarin di Ballroom Hotel Swissbellin.

Ebed, sapaan akrab Ahmad Dede Sahroni mengaku sudah sangat maksimal memerankan tokoh Mat Kontan. Sebab menurutnya, perlu waktu cukup lama untuk menyelami karakter Mat Kontan yang sombong dan keras. Meski begitu, ia juga mengaku kagum terhadap karakter Man Kontan yang berani membela kehormatan keluarganya.

“Jujur, ini peran yang sangat menantang buat saya. Pencarian karakter tokohnya juga butuh proses yang lumayan panjang, analisanya juga mendalam. Rasa dan emosi yang bercampur aduk jadi satu,” ungkap Ebed saat diwawancarai.

Ebed menganggap tokoh Mat Kontan dalam naskah tersebut luar biasa. Meski pada akhirnya Mat Kontan tahu istrinya selingkuh dengan Soleman, ia tetap jaga kehormatan keluarganya.

“Mat Kontan sombong hanya untuk menutupi kekuranganya sebagai laki-laki mandul. Tapi dia tetap seorang laki-laki baik. Waktu di adegan terakhir dia menangisi bayinya yang mati karena sakit. Padahal bayi itu bukan darah dagingnya sendiri, melainkan anak Soleman hasil perselingkuhan dengan Ijah, istrinya. Mana ada laki-laki setangguh dan setegar Mat Kontan?” papar Ebed.

Naskah “Durjana” sukses disutradari Dicky Purnama Gumelar. Dipentaskan selama dua kali pertunjukan, pementasan ini berlangsung luar biasa. Selain Mat Kontan dan Soleman, beberapa tokoh juga sukses diperankan oleh Imas Yuliani (Ijah), Faizol Yuhri S.Kom (Utai) dan Sri (Tukang Urut). (Panji)

 

Category: Budaya, Karawang, Pariwisata
No Response

Leave a reply "Sukses Pentaskan Naskah ‘Durjana”, Ebed Sahroni Kagumi Tokoh Mat Kontan"