Lengah Berikan Pelayanan Sosial, Ketua Fraksi Golkar Karawang Pertanyakan Peran Dinsos

golkar-3

Karawang, KTD- Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang Ir. Teddy Lutfhiana mempertanyakan peran Dinas Sosial (Dinsos) Karawang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait penanganan masalah sosial yang banyak dialami oleh masyarakat kurang mampu, salah satu contohnya adalah Asep Yayan (32), warga pengidap kelainan jiwa yang berasal dari Dusun Cimider, Desa Pasir Mulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang.

“"Dinsos kan punya anggaran darurat, kenapa tidak dipakai dana darurat untuk kasus Asep ini, Asep juga sudah punya BPJS, dan selanjutnya  Asep Yayan mendapatkan Kartu Karawang sehat, lalu dimana peranan dinsos, " kata Teddy saat mendatangi rumahnya sebelum diberangkatkan ke Rumah Sakit Jiwa Marjuki Mahdi, Kota Bogor.

Teddy menjelaskan, Asep adalah sebatas dari rasa keperdulian Partai Golkar karena kasus seperti Asep Yayan ini banyak terjadi dimasyarakat. Katanya, tidak ada niatan lain selain ingin membantu. Sebelumnya, ia telah mendapatkan intruksi dari Ketua DPD Partai Golkar Karawang  Sri Rahayu, agar bermusyawarah dengan keluarga Asep Yayan, karena Asep Yayan akan di bawa ke RSUD Karawang, sebelum di rujuk ke RS Marjuki Mahdi, Bogor.

"Kami sudah bermusyawarah dengan pihak keluarga , dan akan kami  bawa hari ini  ke RS Jiwa Marjuki Bogor, sebelumnya akan kami bawa dulu ke RSUD Karawang. Mudah mudahan apa yang saat ini Golkar lakukan dapat menggugah Pemerintah Daerah agar lebih peduli lagi terhadap keadaan warganya," tuturnya lagi.

Teddy juga mengatakan, Asep Yayan yang saat ini hanya tinggal dengan neneknya yang sudah tua betul betul membutuhkan uluran tangan  Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial, agar Asep bisa sembuh dan normal kembali.

Rosadi Satra Setia, Kepala Desa Pasirmulya menuturkan, Asep sekeluarga adalah warga pindahan dan pihak Desa tidak tahu latar belakang keluarga Asep dengan jelas, bahkan indentitas seperti  KTP dan KK pun hilang.

"Kendalanya adalah karena indentitasnya hilang semua. Dan setelah berkoordinasi dengan Dinasos dan Catpil akhirnya proses pembuatan KTP baru bisa kami lakukan dan langsungdiproses," jelas nya.

Asep Yayan yang sehari harinya berprofesi sebagai tukang gigi palsu keliling, awalnya adalah seorang suami dan bapak yang baik bagi istri dan seorang anaknya. Namun ketika rumah tangganya mengalami masalah, Asep Yayan mulai memperlihatkan perubahan sikap. Asep Yayan yang dulunya dikenal periang, tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang lebih banyak diam dan kerap muram. Awal tahun 2006 sebelumnya Asep Yayan pernah dibawa berobat ke RS Jiwa  Marjuki Bogor. Akan tetapi, karena faktor biaya Asep dipulangkan sebelum  sembuh total.

"Asep, sejak tiga bulan terakhir ini terpaksa dipasung oleh pihak keluarga karena sering mengamuk sambil membawa bawa golok, takut terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga berinisiatif untuk memasung Asep," pungkasnya. (Panji)

Category: Karawang, Kesehatan
No Response

Leave a reply "Lengah Berikan Pelayanan Sosial, Ketua Fraksi Golkar Karawang Pertanyakan Peran Dinsos"