Dasim : Kalau Bupati dan Wakilnya Tidak Segera Benahi Diri, Karawang Tinggal Tunggu Kehancuran

dasim

Karawang, KTD-  Bukan rahasia umum lagi bila Bupati dan Wakilnya sudah disharhomisasi. Mereka berjalan masing-masing tanpa ada tujuan bersama, bahkan satu sama lain saling tikam. Itulah yang akhirnya menyebabkan amburadulnya sistem pemerintah di Kabupaten Karawang. Sejumlah pekerjaan rumah terbengkalai begitu saja, seperti soal infrastuktur yang kian ramai diperbicangan di dunia maya. Pelayanan kesehatan yang terus menjadi keluhan masyarakat, sarana pendidikan dan bangunan sekolah rusak di sejumlah daerah. Pengangguran di Kota Industri dan pungutan liar pejabat teras soal ketenagakerjaan. Ditambahkan urusan perizinan yang menjadi sorotan penegak hukum.

Berbicara terkait banyaknya permasalahan Karawang yang kian hari kian meruncing, Dadang S Muchtar, selaku mantan bupati Karawang meluapkan keprihatinanya melihat semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bekerja masing-masing, karena tidak ada kendali dari pimpinan.

“Bupati hanya seremonial saja menghadiri acara pejabat yang membuat kegiatan, bukan berada ditengah-tengah masyarakat. Membangun system tidak ada, dan tidak jelas arah tujuan pemerintah saat ini. Masyarakat tidak butuh seremonial, tapi masyarakat butuh karya nyata pelayanan publik.  Tegakan aturan,” ungkap Dasim sapaan akrabnya usai melakukan resesnya di Bekasi.

Belum lagi, sambung Dasum, Pejabat banyak foya-foya, saling pamerkan kekayaan rumah mewah, mobil mewah. Bahkan ada pejabat sekelas kasi di Bina Marga istrinya selalu pulang pergi keluar negeri, memiliki mobil mewah banyak. Begitu juga di lingkungan Dinas Cipta Karya. Kemudian ada KPK gadungan punya borok tersebut dan beberkan keborokan tersebut, pejabat di dinas ini kaget hingga berani banyar 300 juta untuk KPK gadungan.

“Itu bukti amburadul pemerintahan di Karawang. Banyak tingkat korupsi di dinas. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan berlanjut, perlu segera ada evaluasi dari bupati dan wakilnya,” ujarnya.

Bahan evaluasi buat Cellica-Jimmy, menurutnya satu kapal dengan dua nahkoda akan tidak jelas arah tujuan. Tunggu kehancuran. Misal saja perizinan banyak sawah produktif yang digerus, 100 hektar sawah produktif dizinkan dan dibangun perumahan.

“Karena perizinan saja bisa terjadi konflik. Bahkan pendukung Cellica sendiri hingga menjadi lawan sekarang. Belum satu tahun sudah terasa perpecahan. Disharmonisasi dengan wakilnya, ditambahkan lagi tim pendukung Cellica yang mulai meluapkan keborokan bupati ke publik karena kecewa,” paparnya.

Endingnya, Dasing menganggap pemerintahan ini akan terjadi hal serupa pada pemerintahan Ade Swara. Jika Cellica-Jimmy tetap disharmonisasi, tim pendukungnya mulai buka aib mereka ke publik dan tidak segera instropeksi diri menunggu kehancuran.

“Kejadian serupa akan terulang lagi seperti bupati non aktif Ade Swara. Pesan saya ketidak mampuan jadi hancur, karena di setir orang. Jika Ade Swara jatuh karena ulah istri, sementara Cellica bisa jatuh oleh pendukungnya yang berebut kekuasan,” pesanya. (Panji)

Category: Karawang, Pemerintahan
No Response

Leave a reply "Dasim : Kalau Bupati dan Wakilnya Tidak Segera Benahi Diri, Karawang Tinggal Tunggu Kehancuran"