Dugaan Korupsi Pasar Tradisional, Kejari Karawang Akui Sudah Kantongi Nama Tersangka

PASAR

Karawang, KTD- Kejaksaan Negeri Karawang terus bekerja maksimal memberantas korupsi di semua lini. Kali ini Kejari karawang fokus membidik dugaan kasus korupsi bantuan dana revitalisasi pasar tradisional sebesar Rp900 juta yang didapat oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Damai Sentosa di Desa Tanjung Bungin, Kecamatan Pakisjaya.

"Berdasarkan hasil gelar perkara penyidik kejaksaan menemukan adanya perbuatan melawan hukum hingga meningkatkan status pemeriksaan dari penyelidikan ke penyidikan," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara, saat dihubungi, Senin (16/1).

Kendati sudah masuk ke ranah penyidikan namun kejaksaan belum menetapkan tersangka, hanya saja, kata Titin, penyidik kejaksaan mengaku sudah mengantongi sejumlah nama yang bakal jadi tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Titin,  bantuan dana revitalisasi pasar tradisional merupakan program dari Kementerian Koperasi dan UMKM yang diberikan kepada pasar tradisional yang dikelola oleh desa setempat. Bantuan tersebut diberikan kepada masing-masing pasar tradisonal melalui koperasi pasar sebesar Rp900 juta setiap pasarnya tahun 2013.

"Bantuan tersebut digunakan untuk membangun ulang bangunan pasar yang sudah rusak atau tidak layak pakai," ungkap Titin.

Dalam perkara korupsi Koperasi pasar Damai Sentosa di Desa Tanjung Bungin Kecamatan Pakisjaya, penyidik Kejaksaan menemukan bukti adanya perbuatan melanggar hukum dari pembangunan pasar tersebut. Berdasarkan bukti dilapangan ditemukan fakta bangunan yang dikerjakan dan sudah selesai itu tidak sesuai dengan spesifikasi.

Titin mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah orang yang terkait yang mengetahui dengan perkara ini. Pengurus koperasi, aparat desa, pejabat dilingkungan dinas Koperasi dan juga pejabat cipta karya sudah memberikan keterangan kepada pihak penyidik. Dari hasil keterangan sejumlah orang tersebut dan juga melihat fisik bangunan pasar di Pasar Tanjung Bungin, tim penyidik kejari Karawang menduga ada penyelewengan dalam pelaksanaan kegiatan revitalisasi pasar.

Dugaan adanya tindakan korupsi revitalisasi pasar Tanjung Bungin ini, kata Titin merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat ke kejaksaan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim pidana khusus Kejari Karawang. Setelah melakukan pendalaman, penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dalam pembangunan pasar tersebut hingga kemudian perkara ini dilanjutkan. (Panji)

Category: Hukrim, Karawang
No Response

Leave a reply "Dugaan Korupsi Pasar Tradisional, Kejari Karawang Akui Sudah Kantongi Nama Tersangka"