Warga Karawang Kurang Minat Sekolah Pertanian

SISWA PERTANIAN

Karawang, KTD- Warga Karawang kurang berminat untuk sekolah pertanian. Hal ini diduga karena semakin menyempitnya lahan pertanian di Karawang. Seperti di ungkapkan Kepala SMK Pertanian, Agus Supriatna.

Seiring dengan banyak sekali berdiri pabrik-pabrik maupun gedung-gedung lainnya serta berubahnya status Karawang yang semula adalah Kota Lumbung Padi Menjadi Kota Industri menyebabkan lahan pertanian di Karawang semakin menyempit dan berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit. Itu menjadi faktor minat masyarakat karawang untuk sekolah pertanian menurun.

“Dari dulu yang minat ke pertanian bukan orang karawang, paling banyak dari bekasi, purwakarta, subang, itu disebabkan karena warga karawang sudah kehilangan lahannya” Kata Agus, Kamis (26/1).

Selain itu Agus juga mengatakan, lahan pertanian tidak boleh hilang, karena Indonesia adalah salah satu negara pengkonsumsi nasi terbesar di dunia. Disisi lain untuk memanfaatkan lahan yang kian menyempit, sekolah pertanian juga mengajarkan teknik untuk mengatasi hal tersebut, seperti membuat media Hidroponik yaitu memanfaatkan paralon ataupun botol bekas agar dapat dimanfaatkan sebagai media untuk bercocok tanam

“Lahan pertanian jangan sampai hilang, karena Indonesia ini adalah salah satu negara pengkonsumsi nasi terbesar di dunia, untuk mensiasati lahan yang semakin menyempit kami selaku pendidik juga mengajarkan teknik untuk menciptakan lahan melalui cara hidroponik yaitu memanfatkan paralon dan botol bekas untuk menjadi lahan bercocok tanam” pungkasnya. (Panji)

Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Warga Karawang Kurang Minat Sekolah Pertanian"