Efek Fullday School, Banyak Guru Dikeluarkan Sekolah

Karawang, KTD- Banyak guru tidak nendapatkan jam mengajar lagi oleh sekolah yang menerapkan sistem lima hari kegiatan belajar mengajar, salah satunya di SMK 1 PGRI Kabupaten Karawang.
Kepala SMK 1 PGRI Karawang, Caya mengakui memang banyak sekolah yang akhirnya memutuskan tidak lagi menggunakan guru tersebut karena menerapkan kebijakan full day school.
"Yang dikeluarkan ya guru-guru yang jam mengajarnya merangkap di sekolah lain. Bukan guru secara rata. Mereka kebanyakan PNS tapi di sekolah lain juga mengajar sebagai honorer," ujar Caya saat diwawancarai di kantornya, Senin (31/7) pagi.
Menurut Caya, kebijakan tersebut dilakukan oleh pihak sekolah karena mustahil guru yang bersangkutan bisa mengajar di banyak sekolah, sementara durasi KBM nya sama. Maka menurutnya, lebih baik fokus mengajar di satu sekolah saja.
"Ya mau tidak mau memang harus dikeluarkan karena khawatir nanti tidak fokus mengajar," ujar Ketua MKKS ini.
Di sekolahnya sendiri, akunya, tahun ini merupakan tahun pertama menerapkan kebijakan fullday school yang dimasukan dalam program tahun ajaran 2017-2018 meskipun, sekolahnya masih kekurangan kelas.
"Kita masih kekurangan 4 kelas lagi. Tapi tidak masalah. Untung mendukung program fullday school, kami memanfaatkan ruang praktek sebagai tambahan ruang kelas," katanya.
Ia mengharapkan kepada seluruh keluarga besar SMK PGRI 1 agar mentaati kebijakan yayasan dan dinas.
"Orang tua siswa agar mendukung program 5 hari kerja karena tanpa dukungan akan sia-sia," tutupnya. (Panji)
Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Efek Fullday School, Banyak Guru Dikeluarkan Sekolah"