Jembatan Bersejarah Ini Tiap Malam Jadi Sarang Waria

Karawang, KTD- Jembatan Kedung Gede bisa dikatakan bagian dari sejarah yang dilupakan. Jembatan yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi ini ternyata menyimpan sejarah peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945. Setelah ditelusuri, jembatan tersebut merupakan jembatan yang digunakan oleh Tentara PETA menjemput rombongan Bung Karno untuk dibawa ke Rengasdengklok. Namun sayang seribu sayang, Jembatan yang seharusnya bisa dijadikan sebagai cagar budaya atau komoditi wisata bagi Karawang, tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (pemkab). Bahkan mirisnya karena tidak ada pengelolaan yang baik, setiap malam, sekitar lokasi itu sering dijadikan tempat mangkal para waria.

Salah satu sejarawan Karawang, Acep Jamhuri menceritakan detail terkait peristiwa Rengasdengklok, dimana perisitiwa tersebut menjadi cikal bakal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Bung Karno dan Bung Hatta di Jakarta, pada keesokan harinya, Jumat 17 Agustus 1945. Ia membenarkan jika Jembatan Kedung Gede memang menjadi tempat pemberhentian rombongan dua proklamator sebelum mereka diboyong ke Rengasdengklok.

“Di Jembatan itu Bung Karno dan Bung Hatta diberhentikan oleh Tentara Peta. Kemungkinan hampir setengah jam rombongan tertahan disana, karena penjemputan rombongan punya beberapa skenario, ada yang akan melakukan penjemputan di stasiun dan alun-alun. Skenario ini dibuat untuk pengalihan isu sebelum akhirnya rombongan dibawa ke Rengasdengklok,” beber Acep diwawancarai disela-sela upacara HUT RI ke-72 di Lapangan Karangpawitan belum lama ini.

Acep juga menampik kejadian Rengasdengklok adalah misi penculikan yang dilakukan oleh sebagian kelompok muda. Ia justru menganggap kejadian itu merupakan bentuk penyelamatan atas tekanan-tekanan yang dilakukan oleh Jepang melalui kelompok tua.

“Kalau saya sebut, itu bukan penculikan. Tapi para pemuda justru mengamankan keduanya agar tidak terpengaruh oleh Jepang, meski memang diakui, dalam pengamanan itu, golongan muda memberikan tekanan kepada Bung Karno dan Bung Hatta agar secepatnya memproklamasikan kemerdekaan,” katanya. (Panji)

Category: Karawang, Peristiwa
No Response

Leave a reply "Jembatan Bersejarah Ini Tiap Malam Jadi Sarang Waria"