Gelar Pentas, Teater Satu Jam Siap Tampil di FTRN 2017

Karawang, KTD- Teater Satu Jam (SMAN 1 Telukjambe Timur) Karawang  dibawah asuhan Hendra Wijaya (Paman Kwek-Kwek) sukses memanjakan para apresiator seni dengan pementasan naskah drama “Bila Malam Bertambah Malam” karya Putu Wijaya yang di helat Sabtu (9/9) lalu di Gedung Teater Arena Kampung Budaya. Naskah berdurasi 30 menit ini sukses dimainkan oleh para actor selama 5 kali pertunjukan. Satu jam merupakan Grup teater Ekstrakurikuler SMAN 1 Telukjambe Karawang yang kini baru berjalan empat Tahun dan di bina oleh Laboratorium Teater Lumbung Karawang,
Hendra Wijaya selaku sutradara mengatakan, pementasan yang digelar di Kampung Budaya sebagai ajang persiapan Teater Satu Jam untuk  tampil di hajatan helatan teater Nusantara di ISI Yogyakarta 22 September mendatang. Teater  Satu Jam menjadi salah satu peserta yang berhasil lolos kurasi ke 15 besar dari 42 Group dari 33 Provinsi.
“Pentas ini akan menandai kembalinya perteateran Karawang bahwa Karawang tidak pernah tidur dalam berkarya. Sebagai sutradara teater. Saya percaya bahwa SMAN 1 Telukjambe Karawang yang produktif ini akan mampu memberikan warna di kancah perteateran remaja di Indonesia, juga menjadi barometer perteateran pelajar di nusantara,” kata Hendra.
'Bila Malam Bertambah Malam' bertutur tentang cinta remaja yang bahagia dan cinta tua bangka yang terpendam dengan latar belakang perbedaan kasta di Bali. Kisahnya berlangsung di Tabanan, di sekitar kehidupan Gusti Biang, bangsawan tua sisa-sisa feodalisme Bali. Gusti Biang masih mempertahankan kasta, tapi putranya Ratu Ngurah, mencintai pembantu Gusti Biang yang menyadari kemerdekaannya sebagai pribadi. Guncangan tak terhindarkan pun muncul akibat perbenturan nilai-nilai lama yang telah melapuk dan nilai-nilai baru yang hendak mekar. (Panji)
Category: Karawang, Pendidikan
No Response

Leave a reply "Gelar Pentas, Teater Satu Jam Siap Tampil di FTRN 2017"